
Penting juga dicatat bahwa Imlek tidak selalu merupakan perayaan yang sukses dan damai sepanjang sejarahnya.
Selama periode Dinasti Qing (1644-1912 M), pemeliharaan budaya Tionghoa dan perayaan Imlek terhambat oleh kebijakan diskriminatif pemerintah.
Namun, tradisi itu bertahan dan berkembang, dan setelah berakhirnya Dinasti Qing, perayaan Imlek menjadi lebih meriah dan dirayakan secara luas.
Hari ini, perayaan Imlek telah meluas ke seluruh dunia, terutama di komunitas Tionghoa di luar Tiongkok.
Festival ini menjadi ajang penyebaran budaya Tionghoa yang kaya dan keragaman tradisionalnya.
Ceramah, pertunjukan seni, tarian, dan seni rupa Tionghoa seringkali menjadi bagian dari perayaan tersebut, menampilkan kekayaan dan keindahan warisan budaya mereka.
Sejarah Imlek mencerminkan akar yang kuat dari perayaan ini.
Festival ini tidak hanya merayakan pergantian tahun baru dalam kalender Tionghoa, tetapi juga menghormati leluhur, menguatkan ikatan keluarga, dan membawa harapan akan masa depan yang lebih baik.
Itu adalah momen yang penuh kegembiraan, harapan, tradisi, dan persaudaraan bagi jutaan orang di seluruh dunia yang merayakan Imlek setiap tahunnya.