3. Perhatikan Kondisi Kesehatan Khusus
Beberapa anak mungkin memiliki risiko obesitas dan diabetes karena faktor genetik atau kelainan hormonal, seperti sindrom Prader-Willi.
BACA JUGA:Hendak Menenangkan ODGJ Lagi Ngamuk, Petani di Bayung Lencir Meninggal Dunia
BACA JUGA:Kemarau 2025 Lebih Singkat, Kecuali Sumatera dan Kalimantan, Ini Penjelasan Lengkap BMKG!
Dalam kondisi ini, penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis endokrin anak agar mendapatkan terapi yang tepat.
4. Waspadai Kondisi Bayi Baru Lahir
Anak yang lahir prematur, memiliki berat badan rendah, atau mengalami gangguan pertumbuhan dalam kandungan, perlu pemantauan khusus.
Pemberian nutrisi untuk mengejar pertumbuhan harus dilakukan dengan hati-hati, tidak boleh terburu-buru.
BACA JUGA:Kemensos Beri Sinyal Bansos PKH BPNT Tahap 2 Segera Dicairkan Pada Mei Mendatang!
BACA JUGA:Kemarau 2025 Lebih Singkat, Kecuali Sumatera dan Kalimantan, Ini Penjelasan Lengkap BMKG!
Obesitas dan diabetes tipe 2 pada anak adalah dua kondisi yang saling berkaitan dan bisa berdampak serius di masa depan.
Namun, dengan perhatian dan langkah preventif yang tepat, risiko ini bisa ditekan sejak dini.
Jika anak Anda menunjukkan gejala obesitas atau memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.