Pemain asal Spanyol ini mengisi lubang besar di lini belakang Los Blancos yang rentan cedera dan menua.
Tidak hanya merupakan pemain muda berbakat yang telah tampil mengesankan saat menghadapi lawan-lawan tangguh di Eropa, namun ia juga memiliki kemampuan olah bola yang baik, sebuah kemampuan yang tidak dimiliki oleh lini pertahanan Real Madrid saat ini.
BACA JUGA:Deretan Tim Inggris dengan Kemenangan Piala FA Terbanyak, Ternyata Ini Juaranya!
Kualitas Huijsen menjadikannya lebih dari sekedar rekrutan yang bagus.
Dia datang ke ibukota Spanyol dengan tujuan untuk menjadi pemain inti di bawah asuhan Xabi Alonso, yang diperkirakan akan menggantikan posisi Carlo Ancelotti.
Gaya bermain Huijsen sangat cocok dengan pendekatan fisik Antonio Rüdiger dalam permainan, memberikan Real Madrid pasangan bek tengah yang serbaguna untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Label harga yang melekat di kepala Huijsen membuat pemain berusia 20 tahun ini berada di bawah sorotan yang belum pernah dialaminya, tetapi ia telah menunjukkan bahwa ia lebih dari mampu untuk tampil baik.
Sang pemain bertahan akan mendapatkan kesempatan pertamanya untuk menunjukkan kemampuannya di Piala Dunia Antarklub FIFA musim panas ini.
Jika karirnya sebagai pemain putih seperti idolanya, Sergio Ramos, maka Huijsen akan membayar kembali biaya pemecahan rekornya sepuluh kali lipat.