Jika dilihat dari negara-negara yang lolos ke babak final dan perebutan tempat ketiga, maka peluang gol bisa saja ditambah oleh para penyerang Vietnam yang jadi lawan Timnas Garuda Muda di final, dan Thailand serta Filipina di perebutan tempat ketiga.
Tapi masalahnya, semua pesaing terdekat Jens Raven sebagai pemain tersubur baru mengkoleksi 2 gol.
Tak Ada Pesaing
Mulai dari Nguyen Hieu Mir dan Nguyen Din Bao dari Vietnam, Out Banatao dan Javier Mariona asal Filipina, dan Yotsakorn Burap dari Thailand.
Sementara Hakimi Azim, pemain Malaysia yang juga mengkoleksi 2 gol, dipastikan tak bisa menambah koleksinya.
BACA JUGA:Jens Raven Akhirnya Pecah Telur, Cetak Gol Perdana Bagi Timnas Indonesia U19 di Piala AFF U19 2024
Karena Marimau Malaya sudah terlebih dahulu terpental dari persaingan Piala AFF U-23, usai hanya bercokol di posisi ketiga grup A.
Dengan usia yang baru menapak 19 tahun, Jens Raven punya segalanya untuk menjadi predator gol Timnas Indonesia.
Jens Raven kerap ditempatkan di posisi penyerang depan tengah oleh klub-klubnya terdahulu.
Mulai dari Nootdorp Jeugd, SV Nootdorp, hingga Dordrecht U21.
Di Bali United selama 3 tahun ke depan, kemungkinan besar Jens Raven akan kembali dipercaya sebagai penyerang depan tengah.
Tulang Punggung Timnas
Sejak dinaturalisasi sebagai WNI, Jens Raven tak pernah kehilangan tempatnya di Timnas Indonesia kelompok umur.