Namun, untuk membuat kolam retensi dibutuhkan lahan minimal 1 hektar.
Sementara sebagai Camat Kalidoni, Rama pun turut menyampaikan keluhan tentang lampu jalan yang sering padam.
Menanggapi semua aspirasi yang disampaikan warga, anggota Dapil II, Tamtama, mengatakan, semua usulan sudah dicatat dan akan dilaporkan ke rapat paripurna DPRD Sumsel.
“Yakinlah, pemerintah akan berpikir untuk masyarakatnya,” kata Tamtama.
M. Yansuri menanggapi aspirasi warga Kelurahan 5 Ilir-Rossa-
Terkait keluhan terhadap kemacetan akibat antrean di SPBU, anggota Dapil II Yansuri, menyatakan pihaknya akan memanggil Dinas Perhubungan dan pihak pengelola SPBU agar dapat mengatur lalu lintas.
“Hal ini juga tidak terlepas dari terbatasnya jumlah solar di tiap SPBU, dalam waktu dekat akan kita panggil dinas terkait agar kemacetan lalu lintas dapat diatasi,” ujar Yansuri.
Pada hari yang sama, rombongan Dapil II juga mengunjungi warga di Kelurahan 5 Ilir.
Banyak juga aspirasi yang disampaikan warga seperti soal banjir dan penataan kabel provider.
Sedangkan Ketua RW 02 minta pengaspalan Jalan Sutan Syahril.
“Selama ini hanya tambal sulam sehingga sering menimbulkan kecelakaan,” ujarnya.
Warga kelurahan Bukit Sangkal saat menghadiri reses-Rossa-
Menanggapi masalah banjir, anggota Dapil II, Anwar Al Syadat minta warga untuk menjaga lingkungan.
Untuk pembuatan kolam retensi, dia minta warga memberi informasi jika ada yang menjual lahannya minimal 1 hektar untuk dijadikan kolam retensi.
“Untuk penertiban kabel optic, hal ini secara bertahap telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Palembang,” ujar Anwar Al Syadat.
Tak hanya ke Kelurahan Bukit Sangkal dan Kelurahan 5 Ilir di Kecamatan Kalidoni, selama masa reses yang berlangsung pada 11 hingga 18 Oktober 2025, rombongan Dapil II DPRD Sumsel juga mengunjungi Kecamatan Sematang Borang dengan menggelar pertemuan di Kelurahan Suka Mulya, Kelurahan Karya Mulia dan Kelurahan Sri Mulya.