Dari jumlah tersebut, mayoritas berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) dengan porsi 79 persen, terutama dari negara Singapura.
BACA JUGA:Komitmen Serikat Perusahaan Pers (SPS), Dorong Reformasi Kebijakan Ekonomi Media
BACA JUGA:Cairkan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober Ini, Kemensos Pastikan Sesuai Dengan Juknis yang Ada!
Kabupaten OKI dan Kota Palembang menjadi wilayah dengan kontribusi tertinggi terhadap capaian tersebut.
Selain sektor investasi, pertumbuhan ekonomi Sumsel juga ditopang oleh sektor unggulan lain seperti pertambangan, industri pengolahan, serta perdagangan besar dan eceran.
“Kondisi inflasi pun terkendali di level 3,44 persen (yoy) per September 2025,” ujar Bambang.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan akan menjadi kunci dalam menjaga momentum positif ini.
BACA JUGA:Daftar Penerima Penghargaan Anugerah Pesantren Award 2025, Ada Gubernur Sumsel Herman Deru
BI memproyeksikan ekonomi Sumsel akan tumbuh stabil di kisaran 4,8–5,6 persen hingga akhir tahun 2025.
Forum ekonomi tersebut diharapkan menjadi katalis bagi tumbuhnya investasi berkelanjutan yang tidak hanya menguntungkan investor, tetapi juga membawa dampak sosial bagi masyarakat Sumsel.