Untuk mengantisipasi laga yang kembali kemungkinan kembali tak diperkuat Megawati, Setter Manisa BBSK harus mempercepat distribusi dan membaca formasi blok lawan lebih tajam.
BACA JUGA:Bukan Timnas Indonesia, Louis van Gaal Bakal Latih Ajax Amsterdam?
BACA JUGA:Jordi Cruyff Masuk Radar Caretaker Timnas Indonesia, Ini Rekam Jejaknya!
Setter juga harus lebih bervariasi dalam ‘menyuguhkan’ bola ke opposite dan middle, agar tidak mudah ditebak.
Di sisi lain, Pelatih Manisa BBSK, Gorkem Kazam, harus bisa meningkatkan pertahanan belakang (defense system)
Libero Manisa BBSK juga perlu dilatih, untuk mengantisipasi spike dari outside Havran yang terkenal keras dan menukik.
Bila perlu gunakan formasi 6-back defense, dengan libero sedikit maju untuk membaca tip.
BACA JUGA:Gagal Dinaturalisasi Timnas Indonesia, Jairo Riedewald Malah Berpotensi Perkuat Suriname
BACA JUGA:Mengenal Timur Kapadze: Kandidat Pelatih Timnas Indonesia dengan Rekam Jejak Mengesankan
Komunikasi antar pemain Manisa BBSK juga perlu lebih ditingkatkan.
Karena hal ini menjadi kendala yang cukup krusial, saat Manisa BBSK dipaksa menyerah 1-3 atas pemuncak Kadinlar Ligi, Karsiyaka, Selasa 21 Oktober 2025 lalu.