Ia melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan dua pemain di lini tengah untuk Chelsea, Leicester City, dan Prancis.
The Foxes tidak akan pernah memenangkan gelar Liga Primer pada tahun 2016 tanpa Kante yang berpatroli.
BACA JUGA:Ruben Amorim Akan Pertahankan Pemain Bintang Manchester United Asalkan Setuju dengan Syarat Ini
BACA JUGA:Antonio Conte Mengecam Pemain Usai Kekalahan Napoli Kelima Kalinya
Area di depan empat bek dan memutus serangan lawan.
Duel lini tengah Prancis, Paul Pogba dan Kante, menjadi bagian integral dari kemenangan mereka di Piala Dunia 2018.
Duo ini memberi Antoine Griezmann dan Mbappe platform untuk menyerang, mengingat struktur tim tetap kokoh di belakang mereka.
Tanpa Kante, Prancis mungkin tidak akan memenangkan Piala Dunia kedua.
BACA JUGA:Juventus Akan Mencoba Solusi Taktis Baru Selama Jeda Liga Serie A
BACA JUGA:Next Toni Kroos? Pemain Muda 16 Tahun yang Jadi Incaran Separuh Eropa
Menemukan versi Kante yang lebih muda sejauh ini terbukti mustahil.
Eduardo Camavinga adalah pemain berkualitas, tetapi kurang disiplin dalam posisi untuk berkembang sebagai pemain nomor enam.
Itulah sebabnya Xabi Alonso bereksperimen dengan pemain berusia 23 tahun itu di posisi sayap untuk Real Madrid musim ini.
Camavinga masih harus banyak belajar.
BACA JUGA:Mundur dari Timnas Uzbekistan, Timur Kapadze ‘Deal’ Melatih Timnas Indonesia?
BACA JUGA:Hancur di Sarang Garudayaksa: Sriwijaya FC Telan Kekalahan Terbesar Musim Ini