Setelah pensiun sebagai pemain, Kurniawan aktif sebagai Pelatih, khususnya penyerang
Dia juga pernah menjabat asisten pelatih Timnas Indonesia, dan terlibat dalam pembinaan usia muda serta pengembangan talenta sepak bola nasional.
BACA JUGA:Wow! Raksasa Sepakbola Belanda Ini Minati Bek Timnas Indonesia
BACA JUGA:Jadwal Lengkap Timnas Indonesia 2026-2027: 6 Agenda Besar Menanti Skuad Garuda
Kurniawan pernah berkarier sebagai sebagai asisten pelatih dan pelatih tim junior/akademi Como 1907, klub di Liga Serie A Italia.
3. Nova Arianto
Pelatih lokal yang satu ini kerap disebut ‘titisan’ Shin Tae-yong.
Pasalnya saat Pelatih asal Korea Selatan itu membesut Timnas Indonesia, Nova berperan besar sebagai Asisten Pelatih.
BACA JUGA:Harga Lebih Miring, John Heitinga Ikut Panaskan Bursa Pelatih Timnas Indonesia
BACA JUGA:Diguyur AC Milan Jutaan Euro, Jay Idzes Diambang Jadi Pemain Timnas Indonesia Termahal
Sehingga tak berlebihan, jika gaya kepelatihan Nova Arianto saat membesut Timnas U-16 dan U-17 sama persis dengan Shin Tae-yong yang mengandalkan fondasi taktik dan disiplin bertahan.
Nova dianggap pelatih muda berprestasi, karena selama menjadi pelatih, dia berhasil memberikan gelar juara bagi Indonesia.
Mulai dari membawa Timnas Indonesia U-16 juara Piala AFF U-16 2022, hingga mengantarkan Timnas U-17 lolos ke Piala Asia U-17.
Nah, dari paparan diatas, diketahui jika ketiga pelatih lokal tersebut memiliki rekam jejak, pengalaman, dan pemahaman mendalam terhadap karakter sepak bola Indonesia.
BACA JUGA:Raksasa Serie A Liga Italia Kepincut Kapten Timnas Indonesia? Cek Faktanya!
BACA JUGA:Mylian Jimenez: Talenta Berdarah Belanda-Indonesia-Kolombia, Aset Timnas Masa Depan!
Dengan latar belakang berbeda namun saling melengkapi, mereka dinilai layak menjadi opsi pendamping John Herdman dalam membangun Timnas Indonesia yang lebih kompetitif.