Sehingga dibuka pintu Surga dan ditutup pintu Neraka dan dibelenggu syaithan-syaithan.
Menurut Ustadz Abdullah Roy, ada yang berpendapat mengatakan bahwa maknanya adalah hakikatnya demikian.
Ada juga yang mengatakan bahwa maksudnya di sini adalah isyarat tentang banyaknya pahala di bulan Ramadan.
BACA JUGA:Ibu Menyusui Wajib Baca! Tips Puasa Ramadhan Tanpa Ganggu ASI
BACA JUGA:Tekan Inflasi Jelang Ramadhan, Pemkot Lubuklinggau Gelar Pasar Murah dan Festival Diskon
Yang dimaksud dibuka pintu Surga adalah banyaknya orang yang bertaubat, banyaknya pahala yang Allah berikan kepada orang-orang yang beramal.
Yang dimaksud ditutup pintu Neraka adalah sedikitnya kemaksiatan pada bulan tersebut, dan ini disebutkan di antaranya oleh Syaikh Utsaimin rahimahullah.
Beliau mengatakan:
“Dan sesungguhnya dibuka pintu-pintu Surga karena banyaknya amal shalih di bulan tersebut dan untuk mendorong orang-orang yang beramal shalih.
BACA JUGA:Menyambut Qarabag FK di Anfield Liverpool Butuh Kemenangan Menuju Babak 16 Besar Liga Champions
BACA JUGA:Cunha Mendapat Sanksi Skorsing Usai Mencetak Gol Kemenangan Manchester United Melawan Arsenal
Dan ditutup pintu-pintu Neraka karena sedikitnya kemaksiatan yang dilakukan oleh orang-orang yang beriman.
Lalu dibelenggu syaithan-syaithan sehingga mereka tidak leluasa menggoda manusia sebagaimana leluasanya mereka di selain bulan Ramadan.”
Jadi ada yang mengatakan maksudnya adalah hakikat, dan ada yang menyatakan ini adalah isyarat banyaknya pahala dan sedikitnya kemaksiatan pada bulan tersebut.
2. Bulan Ramadan adalah bulan turunnya Alquran.
BACA JUGA:Wujudkan Budaya K3 Berkelanjutan, Pertamina EP Zona 4 Perkuat Implementasi HSSE Golden Rule