Kelima perkara itu yakni Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahahat) Muhammad Rasulullah, menegakkan salat, membayar zakat, puasa Ramadan dan haji ke Baitullah.”
BACA JUGA:Seleksi CPNS 2026: 10 Instansi Ini Harus Dihindari Pelamar yang Ingin Lolos
Puasa satu bulan ini, Allah pilih di antara sekian banyak bulan dari 12 bulan, dilakukan kewajiban yang mulia ini di bulan Ramadan.
Kewajiban puasa ini mulai diwajibkan pada tahun 2 Hijriyyah.
Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam selama hidupnya melakukan puasa sebulan penuh di bulan Ramadan, selama 9 kali, dari tahun ke-2 Hijriyyah sampai tahun ke-10 Hijriyyah.
Beliau meninggal dunia pada tahun ke-11 Hijriyyah.
BACA JUGA:RESMI! Ini Tahapan Pengangkatan PPPK Paruh Waktu ke Penuh Waktu
BACA JUGA:Bukan Sekadar Pajangan, 5 Tanaman Indoor Ini Bikin Rumah Lebih Nyaman
4. Disyari’atkan Salat Tarawih
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam: “Barangsiapa yang melakukan salat malam di bulan Ramadan (yaitu salat Tarawih), karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.”
Hadits di atas termasuk hadits shahih riwayat Al-Bukhari nomor 37 dan Muslim nomor 759.
Hadits ini menunjukkan tentang keutamaan melakukan salat malam (salat Tarawih) di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah.
BACA JUGA:Bukan Cuma Enak Digoreng, Ikan Lele Ternyata Punya Banyak Manfaat
BACA JUGA:Disnakertrans Muba Kawal Keberangkatan Era Lestari dan Fitriyanti, Caddy Profesional ke Malaysia
Dan pahalanya adalah diampuni dosanya yang telah lalu.