Di dalam hadits yang lain, hadits shahih riwayat Muslim nomor 233, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Salat-salat lima waktu kemudian Jumat ke Jumat berikutnya, bulan Ramadan ke bulan Ramadan berikutnya merupakan mukaffirat (penghapus dosa) di antara semua itu, jika dosa-dosa besar dijauhi.”
BACA JUGA:Menyambut Ramadan dengan Ilmu: Mengapa Kegembiraan Saja Tidak Cukup? Ini Kata Ustadz Abdullah Roy
BACA JUGA:Ramadan Makin Dekat, Ini 8 Kurma Favorit Umat Muslim di Dunia
Jadi, dari satu salat lima waktu ke satu salat lima waktu berikutnya, merupakan kaffarat.
Demikian pula dari satu Jum’at ke Jum’at berikutnya.
Kemudian untuk tahunannya adalah dari Ramadan ke Ramadan berikutnya, ini merupakan “Mukaffirat (penghapus dosa) di antara semua itu, jika dosa-dosa besar dijauhi.”
Dengan syarat tentunya, terhapuskan dengan izin Allah dan hanya dosa-dosa kecil saja menurut para ulama.
BACA JUGA:Tips Jelang Ramadan: 10 Langkah Mudah Agar Puasa Gak Loyo dan Ibadah Lancar
BACA JUGA:Ramadan Makin Dekat! Bukan Cuma Ajwa, Ini Deretan Kurma Paling Laris di Dunia
Adapun dosa besar, maka harus dengan taubat nasuha.
Dan dalam satu hadits yang lain dalam Shahih Ibnu Khuzaimah, Imam Ahmad dan yang lainnya.
Hadits ini shahih dan asalnya ada di dalam Shahih Muslim.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan bahwasanya Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam pernah menaiki satu mimbar lalu, Nabi mengucapkan: “Aamiin, Aamiin, Aamiin”.
BACA JUGA:Ingin Ramadan Lebih Bermakna? Jangan Lewatkan Persiapan Ini