OGAN ILIR, PALPRES.COM - Dalam rangka menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H Tahun 2026.
Pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir menggelar rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam forum High Level Meeting (HLM) di Ruang Rapat Utama Kabupaten Ogan Ilir.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda, instansi vertikal, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, BPS, serta jajaran OPD Kabupaten Ogan Ilir.
Pihak Polres Ogan Ilir juga turut hadir yang diwakili oleh Kasat Intelkam Polres Ogan Ilir, AKP Hendry Antonius, S.H.
BACA JUGA:Naik Perahu Terjang Banjir, Wabup Ogan Ilir Pastikan Bantuan Sembako Sampai ke Tangan Warga
Rapat dibuka secara resmi oleh PJ. Sekda Ogan Ilir, Bapak Dicky Syailendra, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak atas komitmen bersama dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting).
"Kondisi inflasi di Kabupaten Ogan Ilir saat ini masih tergolong kondusif dan terkendali," ungkap PJ Sekda Ogan Ilir, Rabu 11 Februari 2026.
Selain itu, PJ. Sekda juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap distribusi dan stok bahan pokok, khususnya komoditas cabai, beras, dan bawang, agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga.
"Kita juga terus mendorong inovasi melalui program Gardu Ketapang (Gerakan Terpadu Ketahanan Pangan red) sebagai upaya menjaga ketahanan pangan daerah," tukasnya.
BACA JUGA:Polri Turun Tangan! Aipda Hendri Terjang Sisa Banjir Bandang Demi Antar Sembako ke Warga Gurun Laweh
BACA JUGA:Jelang Nataru, Disperindag Lubuk Linggau Terus Pantau Harga Sembako di Pasar Tradisional
Sementara itu, Deputi Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Adi Wicaksono, dalam paparannya menyampaikan bahwa inflasi Sumsel pada Januari 2026 tercatat sebesar 0,05 persen.
"Kita ingatkan, disini ada potensi kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan, sehingga perlu langkah antisipatif melalui penguatan distribusi, percepatan tanam, serta pelaksanaan strategi 4K pengendalian inflasi," terangnya.
Kepala BPS Kabupaten Ogan Ilir, Sukendro Sriwiguno, menambahkan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Ogan Ilir mengalami penurunan sebesar 1,33 persen pada Februari 2026.