Waktu terbaik biasanya saat sahur atau sesaat sebelum berbuka, tergantung kondisi kesehatan.
BACA JUGA:Siapa Saja yang Boleh Tidak Berpuasa Ramadan? Simak Penjelasan Ustadz Arief Budiman, Lc
BACA JUGA:9 Aktivitas yang Sering Dikira Membatalkan Puasa, Ternyata Boleh Kata Ustadz Arief Budiman Lc
Mengambil darah saat sahur membantu tubuh tetap mendapat asupan energi dari makanan sebelum tes, sementara jika diambil menjelang berbuka, bisa segera diimbangi dengan makan dan minum setelah tes.
Makan Makanan yang Seimbang
Pastikan sahur mengandung karbohidrat, protein, dan serat.
Ini membantu tubuh tetap bertenaga meski harus menjalani pengambilan darah.
BACA JUGA:Puasa Ramadan Tidak Sekadar Lapar dan Haus, Ini 7 Hikmahnya!
BACA JUGA:Daftar Larangan Puasa Ramadan yang Sering Disepelekan, Ustadz Arief Budiman: Segera Tinggalkan!
Contohnya: telur, roti gandum, sayur, dan buah.
Minum Banyak Air
Cairan tubuh penting untuk memudahkan pengambilan darah dan mencegah dehidrasi.
Perbanyak minum air saat sahur dan berbuka. Hindari minuman manis berlebihan yang dapat membuat tubuh cepat lelah.
BACA JUGA:Jelang Ramadan, Wajib Tahu! 6 Hal yang Bisa Membuat Puasa Gugur
BACA JUGA:Rahasia Sahur! Hikmah dan Keutamaan Menurut Ustadz Arief Budiman yang Jarang Diketahui
Oke, dari penjelasan di atas disimpulkan bahwa mengambil darah untuk pemeriksaan kesehatan tidak membatalkan puasa, selama niat tetap berpuasa dan tidak ada makanan atau minuman masuk ke tubuh.