Penempatan pejabat, kata dia, dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan penilaian kinerja, bukan kedekatan personal.
BACA JUGA:Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Lagi! Cek Rincian Galeri24 dan UBS
BACA JUGA:Indahnya Berbagi, Polres Ogan Ilir Sebar Ratusan Paket Buka Puasa di Taman Pancasila
“Saya tidak mengenal Saudara satu persatu, sehingga rotasi dan penempatan ini murni berdasarkan penilaian dan kinerja Saudara,” Ujar Muchendi.
Rotasi, lanjut Muchendi, merupakan mekanisme lazim dalam birokrasi untuk merespons dinamika beban kerja dan tuntutan pelayanan publik.
Ia memastikan tidak ada pejabat yang dinonjobkan dalam perombakan tersebut.
“Saya meramu tim untuk membantu saya dan Wakil Bupati di masa jabatan kami. Semua ada tempat. Kita ingin bangun tim kerja yang solid,” ujarnya.
BACA JUGA:Sosok di Balik Layar Humas OKU Timur: Perjalanan Edi Arianto Raih Pangkat Kompol
BACA JUGA:Ultimatum Konstitusional: Kebijakan Presiden Tidak Kebal Uji
Bupati juga menyinggung praktik patronase politik yang, menurut dia, harus ditinggalkan. Penempatan jabatan kini ditegaskan berbasis merit, kompetensi, dan manajemen talenta.
Muchendi juga mengingatkan pejabat agar menjaga integritas serta tidak memanipulasi data.
“Kalau baik, katakan baik. Kalau buruk, katakan buruk. Jangan memanipulasi data untuk terlihat baik,” katanya.
Selain integritas, ia menekankan pentingnya inovasi, adaptasi terhadap digitalisasi, serta kepatuhan pada regulasi dan etika pelayanan publik.
BACA JUGA:Ada Timbangan hingga Uang Tunai, Inilah Barang Bukti Hasil Tangkapan Satresnarkoba Ogan Ilir Terbaru
Pejabat diminta menjaga rahasia jabatan dan rahasia negara, serta membangun kultur kerja yang sehat dan produktif melalui pendekatan kepemimpinan yang terbuka.
“Silakan berinovasi. Saya akan mendukung setiap gagasan yang memiliki dasar kuat dan tujuan yang jelas bagi peningkatan pelayanan masyarakat. Bagi ASN yang berkinerja baik, kesempatan promosi terbuka,” tandasnya.