Warga sempat kesulitan melakukan pemadaman karena pintu pagar sekolah dalam keadaan terkunci.
BACA JUGA:Diduga Korsleting Listrik, Kebakaran Besar di Ogan Ilir Hanguskan 9 Rumah Warga
BACA JUGA:Respon Cepat Pasca Kebakaran Pasar Bawah: BPBD Lahat Guyur Bantuan Sembako untuk Korban
Melihat api semakin membesar, warga akhirnya membuka pagar sekolah dan bersama-sama melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.
Upaya tersebut berhasil, dan api dapat dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB.
Akibat kejadian tersebut, ruang guru mengalami kerusakan cukup parah, mulai dari bagian depan bangunan, jendela pecah, plafon rusak, hingga sejumlah perangkat elektronik terbakar. Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp40 juta.
Petugas BPBD Kota Prabumulih kembali turun ke lokasi untuk melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Sementara itu, aparat kepolisian melakukan pengamanan TKP, pemasangan garis polisi, serta pendataan saksi-saksi.
BACA JUGA:Bantu Warga Bangkit, DPD Golkar Lahat Salurkan Sembako dan Uang Tunai untuk Korban Kebakaran
BACA JUGA:Kilang Pertamina Plaju Salurkan Bantuan SENYUM Untuk Warga Terdampak Kebakaran SU I Palembang
Tim dari Polres Prabumulih bersama Satreskrim dan INAFIS juga melakukan olah TKP guna mengungkap penyebab pasti kebakaran.
Dugaan sementara, kebakaran di SMP Muhammadiyah dipicu oleh korsleting listrik.
Kapolsek Prabumulih Barat dalam keterangannya menegaskan bahwa dua kejadian dalam satu malam ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian.
“Sebelumnya terjadi kebakaran di makam keramat, kemudian disusul kebakaran di sekolah. Ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan api terbuka maupun instalasi listrik. Menurutnya, langkah pencegahan sangat penting guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari.