Isu 80 TKA China di Ogan Ilir Ternyata Cuma Segini, DPRD Sidak Langsung PT SPF di Palem Raya

Selasa 21-04-2026,16:00 WIB
Reporter : M Wijdan
Editor : Kgs Yahya

OGAN ILIR, PALPRES.COM - DPRD Ogan Ilir bersama Dinas Ketenagakerjaan atau Distranaker melakukan sidak ke PT SPF yang terletak di Desa Palem Raya, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir.

Hal ini menindaklanjuti adanya isu 80 Tenaga Kerja Asing atau TKA asal Cina yang bekerja di PT SPF tersebut.

Menurut anggota DPRD Ogan Ilir Sayuti, pelaksanaan kegiatan klarifikasi yang bertempat di kantor PT SPF atas dugaan banyaknya Tenaga Kerja Asing yang bekerja di perusahaan tersebut.

"Kegiatan ini merupakan hal biasa yang merupakan bagian pelaksaan fungsi pengawasan atas laporan masyarakat yang masuk ke DPRD Ogan Ilir," ungkapnya, Selasa 21 April 2026.

BACA JUGA:Gaya Militer! Ketua DPRD Prabumulih Deni Victoria Ikuti Retret di Akmil

BACA JUGA:Anggota DPRD Muara Enim Ajukan Praperadilan, PH Pertanyaan Penangkapan hingga Penggeledahan

Dalam keterangan PT SPF katanya, bahwa mereka memang memperkerjakan TKA tetap hanya 2 orang dan pekerja sementara 20 orang.

"Jadi bukan seperti yang di sampaikan bahwa ada 80 orang TKA yang bekerja di PT SPF," paparnya.

"Kita sebagai anggota DPRD perlu memperjelas laporan masyarakat ini agar tidak timbul kejolak," tegasnya.

Sebab lanjutnya, ada kewajiban DPRD untuk tetap menjaga nama baik perusahaan karena telah berinvestasi di Ogan Ilir.

BACA JUGA:Ketua DPRD Ogan Ilir Apresiasi Satresnarkoba Polres Ogan Ilir Ungkap Jaringan Sabu Kelas Kakap

BACA JUGA:Tolak TKA di PT SPF, Anggota DPRD Ogan Ilir Huzaimi Agendakan Sidak Lapangan

"Dan kewajiban kita juga kepada masyarakat Ogan Ilir agar keadilan dan kesejahteraan mereka terpenuhi. Jadi semuanya harus bisa seimbang," tukasnya.

Sementara itu, Manajemen PT SPF, Rizal menegaskan bahwa tenaga kerja asing yang berada di perusahaan bukanlah karyawan tetap, melainkan tenaga ahli yang didatangkan khusus untuk merakit mesin pabrik baru.

“Seluruh tenaga kerja asing yang ada merupakan tenaga ahli mesin yang kami datangkan khusus untuk merakit mesin pabrik yang baru kami beli dari China," ungkapnya.

Kategori :