Bahkan orang yang sebelumnya sehat juga dapat mengalami iritasi saluran pernapasan ketika terpapar.
5. Gangguan akibat gas vulkanik juga mengintai
Erupsi tidak hanya menghasilkan abu.
Gunung api juga dapat melepaskan berbagai gas seperti sulfur dioksida dan karbon dioksida.
Pada kadar tertentu, gas vulkanik dapat menyebabkan iritasi mata dan saluran pernapasan, sakit kepala, pusing, hingga kesulitan bernapas.
6. Jarak pandang menurun dan perjalanan menjadi berbahaya
Abu yang menumpuk atau beterbangan dapat membuat kondisi jalan menjadi licin dan jarak pandang berkurang.
Mengemudi saat hujan abu juga dapat membuat abu kembali beterbangan sehingga meningkatkan paparan serta berpotensi mengganggu kendaraan.
Jika kondisi jalan dan jarak pandang tidak memungkinkan, sebaiknya tunda perjalanan hingga situasi kembali aman.
BACA JUGA:5 Tips Jaga Kesehatan saat Kabut Asap, Jangan Sepelekan Dampaknya bagi Pernapasan dan Tubuh
7. Abu yang menumpuk dapat membahayakan bangunan
Bukan hanya tubuh manusia yang harus diperhatikan.
Tumpukan abu vulkanik di atap dapat menjadi sangat berat dan dalam kondisi tertentu meningkatkan risiko kerusakan atau bahkan runtuhnya bangunan.
Karena itu, pembersihan abu perlu dilakukan secara hati-hati dan mengikuti arahan pihak berwenang.