Di antaranya adalah menyatukan aspirasi dan melakukan pemetaan kebutuhan PAUD daerah. DPD PP PAUD harus mampu menjadi rumah besar dan jembatan aspirasi bagi seluruh lembaga penyelenggara, pengelola, dan pendidik PAUD, baik di perkotaan maupun di pelosok desa.
BACA JUGA:Feby Herman Deru Resmikan 'Rumah Besar' PKK Banyuasin dan Bagi-Bagi Bantuan Khusus
“Lakukan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi sarana prasarana, kualifikasi pendidik, dan kebutuhan mendasar PAUD di 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan agar program kerja tepat sasaran,” jelasnya.
Arahan kedua yakni penguatan kolaborasi dan peningkatan mutu sumber daya manusia pendidik. Menurut Edward, kualitas layanan PAUD sangat bergantung pada kompetensi tenaga pendidiknya.
Karena itu, DPD PP PAUD harus memprioritaskan program pelatihan berkelanjutan, peningkatan kualifikasi, serta perlindungan dan kesejahteraan para guru PAUD. Upaya tersebut juga dapat dilakukan dengan menggandeng perguruan tinggi dan lembaga pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan digital para pendidik.
Selanjutnya, pengurus juga diminta memperkuat sinergi lintas sektoral dan integrasi layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI). PAUD, kata Edward, tidak boleh berdiri sendiri.
“Bangun sinergi yang kuat lintas sektoral dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, dunia usaha (CSR), serta organisasi kemasyarakatan. Dorong terwujudnya layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) yang menyatukan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak,” tegasnya.
Selanjutnya, Edward juga menekankan dukungan nyata dalam penanganan stunting dan pemenuhan gizi anak.
“Saya menginstruksikan agar setiap satuan PAUD di Sumatera Selatan menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting. Manfaatkan lembaga PAUD sebagai pusat pemantauan tumbuh kembang anak, edukasi gizi bagi orang tua, serta pemberian makanan tambahan yang bergizi,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPD PP PAUD Sumatera Selatan, Hj. Desy Kasnayati Edward, mengatakan bahwa dengan terbentuknya kembali kepengurusan DPD PP PAUD Sumatera Selatan Masa Bakti 2025–2030, organisasi tersebut tidak boleh dan tidak akan pernah berdiri sendiri.
BACA JUGA:Feby Deru Terima Penghargaan DPD RI Award 2025, Sosok Peduli Ekonomi Kreatif di Sumsel
Menurutnya, kemajuan ekosistem Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) membutuhkan kerja bersama. Sejalan dengan tema kegiatan, langkah konkret organisasi akan difokuskan pada dua tahapan strategis, yakni program jangka pendek dan program jangka menengah.