Ia menilai pemahaman terhadap sejarah partai penting agar kader memiliki landasan ideologis dan semangat perjuangan yang kuat dalam menjalankan tugas organisasi.
Dalam kesempatan itu, Gus Halim turut menyinggung dinamika jadwal pemilu mendatang.
Ia menyebut pembahasan regulasi kepemiluan dan partai politik di Senayan perlu diarahkan untuk menghasilkan kebijakan yang membawa kemaslahatan bagi bangsa dan negara.
BACA JUGA:Layanan Kesehatan Makin Merata, Musi Rawas Raih UHC Prioritas Lagi
BACA JUGA:Jajaran Pemkab Musi Rawas Dirombak: 14 Pejabat Resmi Dilantik Bupati Ratna Machmud
Menurutnya, hal terpenting bukan sekadar menentukan waktu pelaksanaan pemilu, melainkan memastikan regulasi yang dihasilkan mampu memperkuat demokrasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Gus Halim juga mengapresiasi dukungan dan kerja sama berbagai pihak dalam memperkuat PKB di Sumatera Selatan.
Dia mendorong pengurus yang baru dikukuhkan agar menjaga kekompakan, memperkuat pelayanan kepada masyarakat, serta menjalankan program partai secara berkelanjutan.
Pengukuhan tiga DPC PKB tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan konsolidasi politik di wilayah Bumi Silampari.
BACA JUGA:Atlet Musi Rawas Bersinar di Porprov Muba 2025, Pemkab Siapkan Bonus!
BACA JUGA:Minim Anggaran, Mura Kirim Atlet 26 Cabor ke PORPROV Muba XV 2025
Dengan kepengurusan baru, PKB menargetkan organisasi yang semakin solid, kedekatan yang lebih kuat dengan masyarakat, serta peningkatan perolehan suara pada pemilu mendatang.
Gus Hakim berpesan ketua umum menegaskan politik kehadiran artinya selalu menjawab permasalahan masyarakat bukan sekedar mengetahui tapi menjawab dengan sikap dan perilaku bukan dengan teori.
“Di 2029-2031 61 persen generasi milenial dan gen z kalau PKB ingin menjadi pemenang,”tutupnya. ***