Banner Honda PCX

Saya Tidak Lulus SMA (Seri 3)

Saya Tidak Lulus SMA (Seri 3)

Gagal dapat ijazah SMA bukan akhir segalanya, Azrul Ananda menembus pendidikan tinggi di AS melalui sistem Junior College dan TOEFL serta membuktikan keberhasilan akademik.--Ist

BACA JUGA:Intip 6 Kampus Teknik Terbaik di Indonesia Versi QS WUR dan 21 Universitas Versi THE

BACA JUGA:GEGER GREATER BAY AREA! TDCX Buka Kampus AI Super Canggih di Foshan, Bisnis Hong Kong Makin Meledak!

Secara legal sudah dianggap orang dewasa.

Bisa mengurus SIM dan beli mobil sendiri tanpa orang tua atau wali. Waktu itu mampunya beli Honda Civic Hatchback keluaran 1991, dengan transmisi manual dan tanpa power steering. Harga USD 5.000. Kurs tahun 1995 itu, kalau dirupiahkan, hanya Rp 12 jutaan.

Mobil itulah yang sehari-hari mengantarkan saya menjalani pendidikan di jalur yang "normal", di jalur yang kembali jelas arahnya.

Tidak punya ijazah SMA sudah bukan lagi masalah. Tidak punya ijazah SMA sudah tidak lagi relevan untuk masa depan saya. Karena saya sudah di jalur resmi untuk mengejar ijazah perguruan tinggi.

BACA JUGA:3 Rekomendasi Kampus Kuliah Daring Terbaik di Bandung dengan Biaya Terjangkau

BACA JUGA:UI Tembus Peringkat 191 Dunia: Daftar 10 Kampus Terbaik Indonesia Versi QS WUR 2026

Dua tahun saya penuhi di Sacramento City College. Terima kasih Tuhan, saya menjalaninya dengan sangat baik. Nilai saya juga terbilang sangat baik, dengan GPA akhir 3.81 dari maksimal 4.00.

Saya sudah mengincar mendaftar di kampus-kampus idaman. Saya juga sudah mengambil ulang tes TOEFL untuk memastikan bisa masuk universitas sebaik mungkin. Lumayan, nilai TOEFL saya melonjak ke 630.
Di atas kertas, saya bisa ke universitas mana saja.

Tapi waktu itu 1997.

Krisis moneter. Dollar melompat begitu tinggi. Dari Rp 3.200 hingga tembus Rp 17 ribu. Mimpi kuliah lanjutan kembali menghadapi ancaman... (azrul ananda/bersambung)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: