Saya Tidak Lulus SMA (Seri 3)
Gagal dapat ijazah SMA bukan akhir segalanya, Azrul Ananda menembus pendidikan tinggi di AS melalui sistem Junior College dan TOEFL serta membuktikan keberhasilan akademik.--Ist
BACA JUGA:10 Kampus Indonesia dengan Reputasi Terbaik di Mata Perusahaan Versi QS WUR 2027
Bagi siswa internasional, syarat tambahannya adalah bukti kemampuan membayar dan nilai TOEFL yang mumpuni. Waktu itu, nilai minimal TOEFL hanya 450. Dengan bangga saya bisa bilang, nilai saya waktu itu sudah 580. Sebenarnya sudah cukup untuk universitas papan atas. He he he...
Untuk biaya benar-benar sangat terjangkau. Warga California bisa kuliah penuh dengan membayar hanya USD 1.000-an setahun.
Bagi murid luar California dan internasional tentu lebih mahal, tapi tetap jauh lebih murah dari universitas pada umumnya.
Karena segala kemudahan itulah, juco menjadi "jembatan" penting untuk banyak orang. Andai tidak lanjut ke universitas, seseorang bisa mendapatkan gelar Associate Degree dari juco. Itu gelar sarjana pendidikan tinggi dua tahun di Amerika.
BACA JUGA:4 Kampus Jurusan Psikologi Terbaik di Jakarta, Pilihan Favorit Calon Mahasiswa
Kalau dia mau lanjut ke gelar Bachelor atau S1, dia hanya tinggal menambah dua tahun lagi di universitas mana pun. Bila nilainya bagus, tidak tertutup kemungkinan bagi dia untuk diterima di universitas papan atas Amerika.
Ada banyak anak Amerika yang tidak lulus SMA, tapi kemudian dapat nilai bagus di juco, lalu mendapatkan beasiswa di universitas!
Kebijakan orang tidak boleh kehilangan hak mendapatkan pendidikan benar-benar ada wujudnya. Sampai tingkat perguruan tinggi.
Tak heran bila banyak orang memilih jalur ini. Tak heran pula bila banyak siswa internasional juga memilih jalur lewat juco ini.
BACA JUGA:Biarkan Kampus Tumbuh dari Akarnya
***
Melompati SMA akhirnya benar-benar jadi solusi buat perjalanan akademik saya. Nilai TOEFL saya jauh di atas cukup. Tes kemampuan juga aman. Hanya tinggal masalah timing.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
