Konversi Energi untuk Produksi yang Lebih Bersih dan Efisien, HKA Lakukan Ini
PT Hakaaston (HKA) menerapkan konversi energi dari bahan bakar minyak (BBM) ke Compressed Natural Gas (CNG), pada Asphalt Mixing Plant (AMP) Jabodetabek di Cileungsi, Jawa Barat. -HKA-
Penggunaan CNG terbukti lebih unggul dibandingkan penggunaan BBM Solar Industri khususnya pada aspek lingkungan.
BACA JUGA:Beri Pelayanan Terbaik di Jalan Tol, Hutama Karya Raih 2 Penghargaan Bergengsi, Apa Saja?
BACA JUGA:Dukung Asta Cita Prabowo – Gibran, Awali 2025 Ini yang Dilakukan Hutama Karya
Dari faktor emisi, CNG memiliki faktor emisi karbon sebesar 43 ton CO₂ per terajoule, jauh lebih rendah dibandingkan solar yang mencapai 76–77 ton CO₂ per terajoule.

Penerapan konversi energi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).-HKA-
Menekan Emisi Karbon
Penggunaan CNG oleh HKA diperkirakan mampu menekan emisi karbon hingga 878.584 ton CO₂ per tahun.
Selain itu, pembakarannya menghasilkan asap yang lebih jernih tanpa meninggalkan residu yang mencemari tanah atau air.
BACA JUGA:Hutama Karya Pastikan Pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung Rampung Tahun Depan
BACA JUGA:Anugerah Keterbukaan Informasi Publik, Hutama Karya Raih Gelar Informatif 3 Tahun Berturut-turut
Tak kalah penting, konversi ini tidak menurunkan kualitas aspal yang dihasilkan.
“Proses pembakaran CNG lebih bersih dan stabil, sehingga menjaga suhu tetap konsisten pada alat pemanas di pabrik aspal. Ini penting untuk menjaga kualitas aspal yang dihasilkan.
Tidak seperti BBM Solar yang butuh tangki penyimpanan dan pengelolaan persediaan, CNG langsung disalurkan oleh pemasok tanpa biaya penyimpanan.
CNG juga lebih aman karena jika bocor, gasnya akan langsung menguap ke udara.
BACA JUGA:Kinerja Keuangan Positif, dalam 5 Tahun Aset Hutama Karya Naik 81,51 persen
BACA JUGA:Kampanyekan SETUJU di Jalan Tol, Hutama Karya Gandeng Influencer Ini
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
