Banner Honda PCX

Makna Tahlilan dalam Islam? Ini Penjelasan Buya Yahya

Makna Tahlilan dalam Islam? Ini Penjelasan Buya Yahya

Menurut Buya Yahya, Tahlilan dalam bahasa fikih adalah ihdaussawaf atau menghadiahkan pahala dengan membacakan Al-qur’an dan zikir-YouTube Al-Bahjah TV-

BACA JUGA:6 Rekomendasi Earphone TWS Terbaik di 2024, Anti Air dan Suaranya Jernih Abis!

Jadi jangan dihubung-hubungkan, karena mentang-mentang ada kesamaan dengan agama lain. 

Tidak berarti ada kesamaan itu saling meniru, tidak sama sekali,” tegasnya. 

Kemudian tahlilan di hari ke-3, hari ke-7, hari ke-40, dan hari ke-100, lanjut Buya Yahya, itu kebiasaan saja dan tidak pernah melihat kebiasaan agama lain. 

Ada daerah yang hanya tahlilan hari pertama hingga hari ke-3 saja, tidak sampai 7 hari. 

BACA JUGA:Rekomendasi 10 Bedak Tabur Terbaik untuk Kulit Kering, Bisa Membantu Melembabkan Wajah

BACA JUGA:Penyebab dan 5 Cara Memutihkan Lutut Secara Alami, Benarkah Hanya Pakai Gula?

Ada yang hanya tahlilan 1 hari cukup, tidak ada masalah soal jumlah harinya. 

Buya Yahya menilai bila ada yang mempermasalahkan hari-hari dilakukan tahlilan, itu merupakan masalah kebencian mereka semata.

Kalaupun misalnya orang selain Islam menyajikan makanan, menurutnya makanan yang disajikan itu bersifat sajen.

Sedangkan dalam tahlilan, makanan yang diberikan bersifat sedekah kepada keluarga atau kerabat. 

BACA JUGA:IHC RSPP Jadi Rujukan Layanan Pengobatan Kanker dengan BPJS Kesehatan

BACA JUGA:Peringatan Dini Hari Kamis 11 Januari 2024: Seluruh Daerah di Sumsel Diprediksi Hujan Petir, Waspada Banjir

Bisa juga tetangga membuat makanan untuk keluarga yang berduka dengan niat bersedekah. 

Dengan tegas Buya Yahya menyatakan, jangan mudah untuk menyebut suatu kebiasaan masyarakat sebagai sebuah tindakan yang bid’ah atau meniru agama lain. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: