Banner Honda PCX

5 Kasus Blackout Terparah Sepanjang Sejarah di Indonesia

5 Kasus Blackout Terparah Sepanjang Sejarah di Indonesia

Berikut ini 5 kasus blackout terparah sepanjang sejarah di Indonesia. --

Untuk mengembalikan sistem ke kondisi normal, PLN langsung menggunakan PLTA Saguling, PLTA Cirata, dan PLTGU Muara Tawar yang biasanya baru beroperasi saat beban puncak. 

Akibat pengoperasian ketiga pembangkit tersebut, aliran daya pada SUTET 500 KV Saguling-Cibinong menjadi semakin besar, mendekati batas aman 2.000 Ampere. 

Kemudian pada pukul 10.23, tiba-tiba SUTET Saguling-Cibinong terganggu sehingga sistem Jawa-Bali terpisah dua bagian.

Gangguan ini mengakibatkan beberapa unit pembangkit besar terlepas dari jaringan, yakni PLTU Paiton unit 7 dan 8 serta enam unit PLTU Suralaya. 

Kegagalan jalur transmisi 500 kilovolt antara Cilegon dan Saguling di Jawa Barat memutus pasokan listrik, menyebabkan pemadaman besar-besaran sebesar 5.000 megawatt.  

Jaringan yang terganggu adalah jalur Cilegon-Cibinong-Saguling.

Jaringan ini merupakan satu-satunya jaringan penghubung daya dari PLTU Paiton di Jawa Timur ke Jawa Barat. 

 

4. September 2018

Peristiwa pemadaman listrik pada September 2018 di wilayah Jawa Timur terjadi secara parsial dan hanya wilayah Jawa Timur saja yang mengalami dampak pemadaman. 

Pada saat itu listrik padam disinyalir akibat ada gangguan di PLTU Paiton.5. 

 

5. 4 Agustus 2019

Kasus blackout terparah yang terjadi berikutnya adalah pada 4 Agustus 2019.

Listrik padam terjadi di sejumlah wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten pada Minggu, 4 Agustus 2019. Pemadaman listrik terjadi akibat kerusakan jaringan transmisi saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) 500 KV Jawa-Bali.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait