Pasca Gempa Kuat Magnitudo 6.0 Guncang Sumenep-Sapudi, Gempa Susulan Masih Terus Terjadi
Pasca gempa bumi berkekuatan 6.0 Magnitudo mengguncang Sumenep – Pulau Sapudi, Jawa Timur (Jatim) pada Selasa 30 September 2025 lalu, gempa susulan terus terjadi.--IG@ daryonobmkg
JATIM, PALPRES.COM – Pasca gempa bumi berkekuatan 6.0 Magnitudo mengguncang Sumenep – Pulau Sapudi, Jawa Timur (JATIM) pada Selasa 30 September 2025 lalu, gempa susulan terus terjadi.
Kekuatan gempa susulan (aftershocks) terjadi pasca gemba besar di Sumenep – Pulau Sapudi beragam, mulai dari terkuat 4.4 Magnitudo dan terkecil 1.9 Magnitudo.
Demikian dijelaskan oleh Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dr. Daryono, S.Si., M.Si dalam unggahannya di laman media sosial Instagram @ daryonobmkg pada 5 Oktober 2025.
Terjadi Gempa Susulan
BACA JUGA:Hulu Resmi Hadir di Disney+ Mulai 9 Oktober 2025 Hadirkan Konten Hiburan Global Unggulan
BACA JUGA:Asisten III Buka Turnamen Futsal Piala Wali Kota Antar Pelajar Bumi Silampari
Menurut Daryono, BMKG mencatat terjadi sebanyak 178 gempa susulan di kawasan Sumenep-Sapudi pasca gempa merusak M6,0 yang terjadi pada 30 September 2025 lalu.
Sebelumnya, Daryono memaparkan terkait fakta-fakta terkait gempa 6.0 Magnitudo yang mengguncang Sumenep-Sapudi, Jatim.
Dijelaskan Daryono, gempa bumi yang melanda Pulau Sapudi – Sumenep tersebut merupakan jenis gempa tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu aktivitas sesar aktif di dasar laut.
“Gempa tersebut sumbernya tampak berasosiasi dengan perpanjangan sesar offshore Zona Kendeng (Madura Strait Back Arc Thrust).
BACA JUGA:Kenakan Seragam Komcad, Bupati OKI Tunjukan Solidaritas TNI dan Masyarakat
BACA JUGA:Wakil Wali Kota Lubuk Linggau Hadiri Upacara Parade dan Syukuran HUT TNI ke-80 Tahun 2025
Selain itu, mekanisme sumber gempa menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” jelas Daryono.
Getaran gempa tersebut, menurut Daryono, dirasakan di Pulau Sapudi dalam skala intensitas V-VI MMI (merusak bangunan rumah).
Sedangkan di Sumenep, Pamekasan, Surabaya, dengan intensitas III-IV MMI.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
