Banner Honda PCX

Ichsanuddin Noorsy: Dari Bencana ke Bencana

Ichsanuddin Noorsy: Dari Bencana ke Bencana

Ichsanuddin Noorsy, Ekonom Senior/Pengamat Ekonomi/Penasehat Forum Akademisi Indonesia (FAI)--SMSI

BACA JUGA:Pertamina EP Temukan Sumur Minyak Baru di Adera Field, Potensi Tembus 3.442 BOPD

Kebijakan yang diluncurkan era Reagan dan Thatcher dan dikenal dengan neoliberalisme “dikunyah” nikmat oleh barisan Widjojo Nitisastro hingga ke Purbaya Yudi Sadewa.

Sukses meluluhlantakkan kepercayaan diri bangsa melalui pukulan nilai tukar rupiah, para elit Indonesia tanpa berpikir panjang, mendalam, dan bijaksana telah mereformasi sistem bernegara. 

Mereka mengubah UUD 1945 menjadi UUD NRI 1945 (UUD 2002).

Perubahan tersebut menerapkan totalitas liberalisme. Maka akar budaya kebersamaan (gotong royong) dicabut secara konstitusional.

BACA JUGA:TNI Masuk Desa! Babinsa Koramil Pulau Pinang Ikut Ronda Malam, Jaga Keamanan Warga Desa Kedaton

BACA JUGA:Kabar Gembira! Jalan Sukarami–Tunggul Bute Segera Diaspal, Pemkab Lahat dan PT SERD Mulai Survei

Sistem politik ketatanegaraan yang tidak berkiblat ke Barat dan ke Timur pun dikubur.

Ini terjadi setelah Menteri Keuangan Mar’ie Muhammad dan Gubernur BI Sudradjat Djiwandono menerima titah lembaga multilateral agar rupiah dilepas ke pasar bebas (free floating exchange rate) pada Agustus 1997. 

Lalu setelah usai mengubah UUD 1945 pada 1999-2002, Indonesia pun melaksanakan pemilu liberal pada 2004.

Kedua, Indonesia mendapat bencana nasional melalui Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 yang mengundang simpati internasional. 

BACA JUGA:Penantian 2 Tahun Perbaikan Jembatan Gantung 'Maut' Segera Berakhir, Tangis Bahagia Warga Gunung Karto Lahat

BACA JUGA:Fakta Kopi! Bikin Melek Tapi Kelompok Orang Ini Wajib Waspada

Sebelum tsunami, terjadi bom di Kedubes Australia Jalan Kuningan pada 9 September 2004.

Bom ini seakan memberi pesan kepada bangsa dan negara agar hasil Pemilu 2004 diterima.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: smsi