Ichsanuddin Noorsy: Dari Bencana ke Bencana
Ichsanuddin Noorsy, Ekonom Senior/Pengamat Ekonomi/Penasehat Forum Akademisi Indonesia (FAI)--SMSI
Di balik ini, keserakahan, ketidakjujuran, dan keangkuhan, lalu kebanggaan akan kekayaan dan kekuasaan merupakan bagian yang utuh.
Mereka memburu dunia.
Padahal dunia adalah bangkai binatang belaka.
Disebabkan tidak terbebasnya masyarakat Indonesia dari ketertindasan, kebodohan dan kemiskinan, ketimpangan dan kehinaan, maka berbagai bencana tersebut membuat sebagian besar masyarakat Indonesia abai bahwa telah terjadi kudeta senyap dan perubahan penguasaan berbagai sumberdaya daya dari negara ke korporasi.
BACA JUGA:Lagi! Aksi Pelemparan Batu di Tol Palembang-Indralaya Hantui Pengendara, Keamanan Dipertanyakan
BACA JUGA:Pergerakan Kendaraan di JTTS Masih Padat, Ruas Antarkota Terpantau Ramai
Akar masalahnya adalah penghianatan dan pengasingan diri terhadap amanah Pembukaan UUD 1945 yang dilakukan pemegang kuasa politik, penguasa bisnis, kelompok teknokrat dan birokrat, para penegak hukum, kaum intelektual, tokoh pers dan masyarakat.
Sikap mereka merupakan hasil kaderisasi dari berkiblat ke Barat tanpa memahami dan mendalami UUD 18-08-45.
Karena air mengalir dari atas ke bawah, maka sebagian besar bangsa Indonesia pun ikut mengkhianati Pancasila dan mengasingkan diri dari janji suci Pembukaan UUD 1945.
Perang nir militer ini pun disertai perang informasi, sehingga masyarakat Indonesia pada umumnya tidak merasakan kekalahan dalam peperangan itu sebagai ketertundukan.
BACA JUGA:Siap-Siap Galau! Konser Gratis Dadali Band di Tanjung Senai 9 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya
BACA JUGA:Salurkan Bantuan, Bea Cukai Peduli Dukung Pemulihan Korban Banjir Aceh Timur
“Demikianlah kudeta korporasi sehingga saya menulis artikel bertajuk Siapapun Presidennya, Neoliberal Penguasanya (Lih: Ichsanuddin Noorsy, Kita Belum Merdeka, 2009: Selamat Datang di Negeri Amburadul, 2009),” tegas Ichsanuddin.
Itulah bencana moral, mental, dan intelektual para elit Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: smsi
