Banner Honda PCX

Gubernur Sumsel Bantu Pasokan Listrik Tambak Udang di OKI

Gubernur Sumsel Bantu Pasokan Listrik Tambak Udang di OKI

Gubernur Sumsel dan Bupati Muchendi panen raya udang vaname di Wahyuni Mandira-palpres.com -

KAYUAGUNG, PALPRES.COM - Sentra tambak udang vaname di Desa Bumi Pratama Mandira, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, selama ini menjadi salah satu penyumbang devisa melalui ekspor komoditas perikanan.

Untuk mengoptimalkan produksi dan memperluas area budidaya, pasokan listrik yang andal dan memadai menjadi kebutuhan utama.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru meminta PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) meningkatkan kapasitas serta keandalan listrik di kawasan tambak Wahyuni Mandira.

Permintaan itu disampaikan saat panen raya udang vaname di desa tersebut, Selasa 17 Februari 2026.

BACA JUGA:Imlek 2026 di Ogan Ilir: Kelenteng Liong Shai Tien Dijaga Ketat Personel Polsek Pemulutan

BACA JUGA:Waktu Sholat Palembang Hari Ini: Panduan Ibadah Rabu 18 Februari 2026

Menurut Deru, produksi udang vaname dari Sumatera Selatan mencapai sekitar 15.000 ton per tahun, dengan sebagian di antaranya berasal dari kawasan Wahyuni Mandira.

Namun, kontribusi tersebut belum seluruhnya tercatat sebagai ekspor Sumatera Selatan karena pengirimannya masih melalui pelabuhan di luar provinsi.

“Produksi ini menyumbang devisa yang besar. Karena itu, para petambak juga harus tertib mencatatkan produksinya agar kontribusinya terhadap daerah jelas,” ujar Deru.

Ia menjelaskan, sebelum 2021 para petambak mengandalkan genset berbahan bakar solar untuk menggerakkan kincir air dan peralatan tambak.

BACA JUGA:Ingin Rumah Terlihat Estetik? Tanaman Monstera Jadi Jawaban Favorit

BACA JUGA:Strategi H Arlan Dongkrak Pendapatan Petani Melalui Budidaya Padi Gogo di Karya Mulya

Setelah jaringan PLN masuk, biaya operasional menjadi lebih efisien.

Meski demikian, kebutuhan daya terus meningkat seiring rencana perluasan lahan budidaya yang saat ini baru dimanfaatkan sekitar 60 persen.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: