TPID OKI Sidak Agen Sembako di Kayuagung, Ini Hasilnya
TPID OKI sidak agen sembako pastikan stok aman jelang lebaran Idul Fitri 2026-palpres.com -
KAYUAGUNG, PALPRES.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama instansi terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah agen sembako di Pasar Kayuagung, Kamis 12 Maret 2026.
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tetap aman bagi masyarakat.
Sidak tersebut dipimpin oleh Bupati OKI yang diwakili oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda OKI, Ir Man Winardi.
Dalam kegiatan itu, tim memantau langsung stok serta harga berbagai kebutuhan pokok yang dijual oleh para agen dan pedagang di pasar.
BACA JUGA:Safari Ramadhan Kanal Aspirasi Warga OKI, Usulan Infrastruktur Jadi Prioritas
BACA JUGA:Sambangi Kodim 0402/OKI-OI, Danrem 044/Gapo Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Prajurit
Man Winardi mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah pemerintah daerah untuk memastikan pasokan sembako di wilayah Kabupaten OKI tetap tersedia dan stabil selama periode Ramadan hingga Lebaran.
“Dari hasil pemantauan di beberapa agen sembako, kita pastikan stok bahan pokok aman hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan kebutuhan pokok,” ujar Man Winardi di sela-sela kegiatan sidak.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying karena pasokan sembako dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
BACA JUGA:6 Tanaman Hias Kaya Oksigen untuk Dekorasi Atas Meja
BACA JUGA:Pagi Ini Gempa M4,9 Guncang Tojo Una-Una, BMKG Catat Sejumlah Gempa di Beberapa Daerah
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan. Tidak perlu melakukan panic buying karena stok yang tersedia di pasar maupun agen sembako masih mencukupi,” tambahnya.
Selain memastikan ketersediaan stok, sidak ini juga dilakukan sebagai upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan angka inflasi serta menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

