Honda

Kapolda Sumsel: Polisi Era Modern Gunakan Komunikasi Sebagai Senjata Utama

Kapolda Sumsel: Polisi Era Modern Gunakan Komunikasi Sebagai Senjata Utama

Kapolda Sumsel, Irjen Pol A Rachmad Wibowo SIK saat memimpin apel Pamen jajaran Polda Sumsel di auditorium lantai 8 gedung Mapolda Sumsel, Rabu 20 September 2023. -Humas Polda Sumsel-

PALEMBANG, PALPRES.COM – Seorang polisi di era modern seperti saat ini, tidak lagi bersenjata utama seperti water canon, gas air mata atau peluru karet.

Melainkan komunikasi antara satu dengan yang lainnya, ataupun personel dengan pimpinannya di kesatuan mereka masing-masing.

Hal ini disampaikan Kapolda Sumsel, Irjen Pol A Rachmad Wibowo SIK saat memimpin apel Pamen jajaran Polda Sumsel di auditorium lantai 8 gedung Mapolda Sumsel, Rabu 20 September 2023.  

“Sekarang ini senjata utama kita adalah komunikasi, karena hal itu sangat penting untuk melaksanakan suatu kegiatan maupun dalam melaksanakan tugas di lapangan,” ujarnya.

BACA JUGA:6 Pemain Naturalisasi yang Gagal Bersinar, Nomor 5 Padahal Topskor Liga Australia

Bahkan juga polisi dan masyarakat harus membangun komunikasi yang hangat dan saling mendukung satu sama lain, agar tugas dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya.

Tak pelak dibutuhkan hubungan mesra (kedekatan fisik dan non-fisik) yang berkesinambungan antara polisi dan masyarakat. 

Polisi Humanis, hal itu yang selalu didengung-dengungkan dan dipercepat pertumbuhannya di dalam institusi Polri.

Tentu saja, sia­pa pun polisinya pasti ingin dianggap polisi yang humanis, dan siapapun masyarakatnya pasti ingin memiliki polisi yang humanis.

BACA JUGA:5 Pemain Naturalisasi Ini Belum Pernah Bela Timnas, Nomor 4 Menikah dengan Perempuan Indonesia

Polisi yang mudah di ajak bicara, mudah dimintai pertolongan dan mudah memberikan solusi atas permasalahan.

Contoh umum, sebelum polisi menjawab keluhan atas permasalahan masyarakat dengan langsung bergerak kelapangan, diharapkan polisi dapat terlebih dulu mengawali sikap dengan menyimak keluhan, mendengar dengan hati dan berusaha menenangkan keresahan yang dirasakan masyarakat.

Komunikasi yang efektif dengan meningkatnya hu­bungan sosial yang baik, yang kemudian di akhiri dengan tindakan yang baik pula.

Ambil contoh saat polisi menengahi perkelahian antar warga.

BACA JUGA:Bansos BPNT Tahap 5 Cair, BLT Rp400.000 Sudah Ditransfer, Buruan Cek Penerima!

Dalam situasi seperti ini, polisi dituntut bisa bersikap netral dan menjalankan fungsi mediasi yang tidak berat sebelah.

Hal-hal kecil namun sangat mempengaruhi jalannya proses perdamaian dapat ditempuh seorang polisi. 

Seperti mendatangi kedua belah pihak, bercerita dan menampung uneg-uneg yang dilepaskan.

Dan saat waktunya di rasa pas, polisi dapat menanggapinya dengan hal-hal yang di luar konteks, seperti bercerita kasus perkelahian antar warga di tempat lain yang tidak menyisakan apa-apa se­lain kerugian. 

BACA JUGA:REZEKI NOMPLOK, BLT Rp750.000 Sudah Ditransfer! Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima Bansos PKH Tahap 3

Atau menceritakan sulitnya mempersatukan nusa­ntara, dan lain sebagainya.

Tentu saja, cara-cara tersebut digunakan di waktu dan tempat khusus yang membuat masyarakat merasakan polisi adalah teman. 

Bukan pengaman, seperti di pos ronda, kedai kopi dan lain sebagainya.

Jika hal-hal kecil seperti itu dilakukan, menurutnya, tentu hubungan sosial yang baik akan semakin meningkat, dan berujung pada tindakan penyelesaian masalah yang ada dengan cepat, tanpa harus ada pihak yang merasa di rugikan.

BACA JUGA:Mandi Keringat Terus Bosku! 5 Daerah Terpanas di Bengkulu, Bukan Bengkulu Utara Juaranya, Tapi?

Dengan adanya interaksi yang terus menerus tersebut, polisi bersama-sama masyarakat akan semakin mudah dalam mencari jalan keluar.

Atau menyelesaikan masalah sosial, terutama masalah keamanan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.

Dengan adanya interaksi yang terus menerus tersebut polisi akan bisa senantiasa berupaya.

Untuk mengurangi rasa ketakutan masyarakat terhadap akan adanya gangguan kriminalitas. *

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: humas polda sumsel