Honda

5 Alasan Kamu Tidak Dapat Bansos PKH, Dan BPNT Sembako, Walaupun Sudah Terdaftar Di DTKS!

5 Alasan Kamu Tidak Dapat Bansos PKH, Dan BPNT Sembako, Walaupun Sudah Terdaftar Di DTKS!

Beberapa aalsan kamu tidak dapat bansos PKH, dan BPNT--Pribadi

PALPRES.COM - Sederet alasan yang menjadi penyebab kamu tidak dapat bansos PKH maupun BPNT (Sembako). Kendati namamu sudah terdaftar di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).

Pemerintah terus berupaya menekan angka kemiskinan ditanha air melalui banyaknya program bantuan sosial yang berada dibawah Kemensos RI

Bantuan tersebut bukan hanya berupa stimulus, tetapi juga merupakan sebuah program pemberdayaan yang bisa menghasilkan output positif seperti yang diharapkan pemerintah.

Kemensos sebagai perpanjangan tangan pemerintah, telah menyalurkan berbagai jenis bansos reguler maupun yang sifatnya tambahan atau sementara. 

BACA JUGA:SIAP GRADUASI! Penerima PKH, dan BPNT Dapat Modal Usaha Rp6.000.000, Begini Cara Dapatnya

BACA JUGA:3 BLT Mulai Dari Rp. 200.000,- Bakal Cair Bagi Pemilik KK, dan e-KTP, Cek Daftar Penerima Disini!

Bansos tersebut diberikan kepada masyarakat desil terbawah dalam data kemiskinan yang ada.

Setidaknya berdasarkan dari perhitungan tahun lalu, untuk bansos reguler saja seperti PKH (Program Keluarga Harapan), dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) Sembako menyasar pada hampir 30 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang tersebar diseluruh tanah air.

Sejak April 2021, Kemensos RI berupaya memperbaiki kualitas data yang ada.

Dimana data yang dipakai adalah bersumber dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). 

Jika seseorang ingin mendapatkan bansos, harusnya memang datanya sudah terlebih dahulu masuk didalam DTKS. 

BACA JUGA:HORE! Bansos PKH Untuk Anak Sekolah, Cair juli Nanti, Cek Nama Penerima Disini

BACA JUGA:2 Cara Pendaftaran Diri di DTKS Untuk Dapatkan Bansos PKH, BPNT, KIP, KIS, dan Prakerja

Untuk dapat masuk ekdalam DTKS, setidaknya ada dua cara.

Pertama daftar secara online pada aplikasi cek bansos di Playstore, atau melalui website resmi www.cekbansos.go.id. 

Kedua melalui usulan pemda melalui pengajuan oleh desa/kelurahan setempat.

Kemudian yang tak kalah penting,  meskipun setelah dicek kamu sudah masuk DTKS. 

Tetapi pada kenyataanya, kamu tidak serta merta langsung menerima bansos.

BACA JUGA:Melalui Program PENA, Kemensos Lahirkan 25.360 Wirausahawan Baru Dengan Modal Rp6.000.000,-

BACA JUGA:2 Cara Pendaftaran Diri di DTKS Untuk Dapatkan Bansos PKH, BPNT, KIP, KIS, dan Prakerja

Kamu perlu masuk penambahan kuota dulu sebelum resmi menjadi peserta bansos Kemensos. 

Dilapangan sering di temukan permasalahan bahwa banyak masyarakat yang tercantum di DTKS akan tetapi tidak pernah sekalipun mendapatkan bansos. 

Kemudian yang menjadi pertanyaan, apa penyebabnya. Pertama, NIK valid namun tidak ditemukan di Dispendukcapil. Kedua, NIK ganda.

Ketiga, NIK penerima bantuan dinyatakan meninggal oleh Dukcapil.

Keempat, NIK Ditemukan namun beda nama di Dukcapil (NIK dipakai orang yang berbeda).

BACA JUGA:SIMAK! 6 Cara Ampuh Agar Lulus Kartu Prakerja

BACA JUGA:DISIMAK ! 3 Tipe Warga Ini Bisa Dapat Bansos BPNT

Kelima, kartu ATM bantuan salah sasaran.

Kartu ATM bantuan BPNT hanya mencantumkan nama dan alama pemiliknya tanpa disertai nomer identitas penerimanya.

Keenam, gagal burekol.

Ketujuh, Sudah ada rekening di bank sebelumnya. 

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa kualitas data memang perlu dibenahi jika ada kesalahan baik sedikit ataupun banyak.

BACA JUGA:Perbedaan Mio Sporty dan Mio Smile yang Kembali Viral, Harga Bekasnya di Bandrol Jutaan Rupiah!

BACA JUGA:Harganya Rp37 Jutaan, Motor Listrik Ini Generasi Terbaru, Gegerkan Dunia Matic!

Dikarenakan akan merugikan masyarakat itu sendiri.

Proses pembenahan harus sudah dilakukan sejak awal pengajuan. Agar data yang ada di DTKS, dan Dukcapil telah sinkron.

Sebagai tambahan informasi, sejak beberapa hari yang lalu Kementeiran Sosial (Kemensos) mengeluarkan kebijakan baru terkait permasalahan data yang belum sepenuhnya akurat. 

Dimana kebijakan untuk update data akan dilakukan minimal satu bulan sekali.

Hal ini sangat ditekankan kepada pihak desa atau kelurahan yang memegang wewenang penuh untuk menambah usulan penerima bansos PKH maupun BPNT.

BACA JUGA:5 Fakta Yamaha Mio Sporty Bekas yang Kembali Dicari Pembeli, Harga Jualnya Capai Jutaan Rupiah Loh!

BACA JUGA:Review Mobil Renault Kwid, SUV Mungil Sekelas LCGC, Benarkah Minim Fitur Keselamatan?

Agar data yang dihasilkan lebih akurat.

Sebagai contoh, yang meninggal bisa segera dikeluarkan atau di wariskan kepesertaan bansosnya kepada ahli waris (jika ada).

Sehingga yang meninggal tidak lagi terdata mendapatkan bansos.

Hal ini tentu merupakan pekerjaan rumah bersama. Dimana pihak desa atau kelurahan akan lebih pro aktif terkait data. 

Bahkan mereka bisa mengajukan sendri pada aplikasi SIK-NG yang dipegang masing-masing operator desa atau kelurahan.

BACA JUGA:Bajaj N250 pesaing Kawasaki Ninja 250, murah banget cuma Rp25 juta, yang Gaji UMR Bisa Beli!

BACA JUGA:Review Mobil Renault Kwid, SUV Mungil Sekelas LCGC, Benarkah Minim Fitur Keselamatan?

Kemudian nama tersebut di sahkan oleh dinas sosial terkait.

Dengan catatan, data yang diajukan maupun yang dikeluarkan merupakan usulan dari hasil Musdes atau Muskel.

Demikianlah informasi singkat yang bisa dibagikan, semoga bisa dimengerti!

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: