Kisah Inspiratif Rusli, Ubah Minyak Jelantah Jadi Jembatan Kemandirian
Kisah Inspiratif Rusli, Ubah Minyak Jelantah Jadi Jembatan Kemandirian--Dok Pertamina Patra Niaga
PALEMBANG, PALPRES.COM- Permasalahan pengelolaan sampah masih menjadi tantangan signifikan bagi masyarakat, termasuk di Kelurahan Talang Betutu Kota Palembang.
Kompleksitas permasalahan ini semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan perkembangan ekonomi wilayah tersebut.
Salah satu indikatornya terlihat dari berkembangnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) seperti pedagang gorengan, ayam krispi, pecel lele, dan berbagai usaha kuliner lainnya.
Aktivitas usaha tersebut turut menghasilkan limbah berupa minyak jelantah dalam volume besar yang belum dikelola secara optimal, sehingga berpotensi mencemari lingkungan.
BACA JUGA:Cek Harga BBM Pertamina 1 Agustus 2025, Pertamax Cs Turun Segini
BACA JUGA:Pertamina Pastikan Stok Pertamax di Palembang Stabil, Distribusi Terus Dilakukan Bertahap
Rusli (48), warga Kelurahan Talang Betutu, melihat peluang dari permasalahan tersebut dengan menginisiasi pengolahan sampah organik, khususnya minyak jelantah dan ampas, menjadi produk bernilai ekonomi.
Program inovatif disebut sebagai UMKM “Pakan Ampas dari Minyak Jelantah “ PASTA 30, yang sekaligus menjadi bagian dari salah satu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Mahmud Badaruddin II.
Sejak tahun 2023, Pertamina memberikan dukungan komprehensif berupa bangunan rumah produksi, peralatan pengolahan modern, modal awal, serta pembinaan dan pelatihan berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan usaha.
Program ini memberikan dampak positif ganda, tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan melalui pengelolaan limbah yang tepat, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi riil bagi masyarakat sekitar.
BACA JUGA:Pertamina Raih Penghargaan DLH atas Pengelolaan 1 Ton Sampah Harian Desa Banu Ayu
BACA JUGA:Peduli Korban Kebakaran, Pertamina Kirim Bantuan Kemanusiaan ke 1 Ulu Palembang
Dalam implementasinya, Rusli mengembangkan konsep pemberdayaan tersebut dengan menggandeng berbagai elemen masyarakat di RT 30 Kelurahan Talang Betutu.
Mulai dari ibu rumah tangga, pemuda, hingga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) untuk berpartisipasi aktif dalam proses produksi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
