Banner Honda PCX

Warga Binaan Lapas Sekayu Sulap Tali Strapping Jadi Keranjang Sayur Multifungsi

Warga Binaan Lapas Sekayu Sulap Tali Strapping Jadi Keranjang Sayur Multifungsi

Lapas Sekayu berkomitmen terus mendukung warga binaan, agar mampu menghasilkan karya inovatif, bernilai jual, sekaligus menumbuhkan semangat kemandirian.-Lapas Sekayu-

SEKAYU, PALPRES.COM- Warga Binaan Lapas Sekayu kembali menunjukkan kreativitasnya melalui karya kerajinan tangan yang unik dan bermanfaat. 

Dengan memanfaatkan tali strapping band, mereka berhasil membuat keranjang sayur yang kokoh, ringan, dan ramah lingkungan.

Keranjang dari tali strapping band ini dirancang menyerupai keranjang anyaman tradisional, namun memiliki keunggulan dari sisi ketahanan dan fleksibilitas. 

Keranjang ini juga dapat dipasang di motor untuk membawa sayur-mayur maupun kebutuhan sehari-hari, sehingga lebih praktis.

BACA JUGA:Pahami Tugas dan Fungsi Pemasyarakatan, Ini yang Dilakukan Jajaran Lapas Sekayu

BACA JUGA:Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Sekayu Koordinasi Penanaman Kelapa dengan Dinas TPHP Muba

Kalapas Sekayu, Aris Sakuriyadi, memberikan apresiasi atas inovasi tersebut. 

Menurutnya, pembinaan kemandirian melalui kerajinan tangan merupakan sarana penting, untuk menyiapkan warga binaan kembali ke masyarakat.

“Kerajinan dari tali strapping band ini membuktikan bahwa dengan kreativitas, bahan sederhana sekalipun bisa disulap menjadi produk bernilai guna. 

Kami berharap, keterampilan seperti ini menjadi bekal berharga bagi warga binaan ketika bebas nantinya,” ujar Aris.

BACA JUGA:Kesehatan Mental Warga Binaan Diperiksa Petugas Lapas Sekayu, Kenapa? Ini Penjelasannya

BACA JUGA:Gandeng Dinkes Muba, Lapas Sekayu Lakukan Tes Urine Petugas dan Warga Binaan

Sementara itu, Kasubsi Kegiatan Kerja, Apeni Kasbarua menambahkan, selain memberi manfaat langsung, karya warga binaan ini juga berpotensi bernilai ekonomis. 

“Dengan kualitas yang kokoh dan desain menarik, keranjang hasil karya mereka bisa dipasarkan sebagai produk kerajinan fungsional yang terjangkau,” kata Apeni.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: