Zona Megathrust di Indonesia Mengkhawatirkan! Ini Kata Ahli Gempa BMKG
Peta Zona Megathrust di Indonesia-Wikipedia-
JAKARTA, PALPRES.COM - Zona Megathrust di Indonesia dinilai mengkhawatirkan.
Pasalnya, Zona Megathrust di Indonesia ada yang sudah lebih dari 200 tahun belum rilis energi gempa besar dan tinggal menunggu waktu.
Demikian dijelaskan oleh Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dr. Daryono, S.Si., M.Si dalam unggahan di akun di Instagram @ daryonobmkg, 11 Mei 2025.
Potensi Gempa Besar di Jepang
BACA JUGA:Aktivitas di Zona Megathrust, Picu Gempa 4.9 Magnitudo di Pacitan Jatim
Menurut Daryono, Pemerintah Jepang secara resmi sudah memperingatkan potensi gempa besar di Zona Megathrust Nankai, Jepang, pada 31 Maret 2025.
Para ahli, kata Daryono, memperkirakan kemungkinan hingga 80 persen terjadinya gempa magnitudo (M) 8,0 - 9,0, dalam 30 tahun ke depan.
“Jika kita cermati tsunami dahsyat di Nankai yang terakhir terjadi pada 1946, maka Seismic Gap-nya hingga saat ini baru berusia 79 tahun,” ujar Daryoni.
Daryono pun membandingkan Zona Megathrust Nankai dengan Zona Zona Megathrust di Indonesia.
BACA JUGA:Konten Tiktok Ramal Gempa Megathrust dan Tsunami, Ahli BMKG: Jangan Percaya Hoax!
“Zona Seismic Gap Megathrust Selatan Banten dan Selat Sunda berusia 267 tahun, dan zona Seismic Gap Megathrust Mentawai & Siberut berusia 227 tahun.
Sementara Megathrust Selat Sunda dan Mentawai sudah lebih dari 200 tahun belum rilis energi gempa besar, dan tinggal menunggu waktu,” ungkap Daryono.

Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dr. Daryono, S.Si., M.Si -IG@daryonobmkg-
Gempa Besar di Indonesia Menunggu Waktu
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
