Banner Honda PCX

Mengkhawatirkan! Megathrust di Indonesia Tinggal Tunggu Waktu, Ini Penjelasan Ahli BMKG

Mengkhawatirkan! Megathrust di Indonesia Tinggal Tunggu Waktu, Ini Penjelasan Ahli BMKG

Pola sebaran aktivitas gempa susulan Magnitudo 8.7 terjadi di Kamchatka, Rusia Timur, Rabu 30 Juli 2025 lalu, cocok dengan retakan Magnitudo 9,0 tahun 1952 --IG@daryonobmkg

JAKARTA, PALPRES.COM – Zona Megathrust di Indonesia jauh lebih mengkhawatirkan daripada Zona Megathrust lain di dunia.

Pasalnya, Megathrust Selat Sunda dan Mentawai usianya sudah lebih dari 200 tahun dan belum rilis energi gempa besar.

Sehingga, tampaknya tinggal menunggu waktu.

Demikian ulas Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dr. Daryono, S.Si., M.Si dalam unggahan di akun di Instagram @ daryonobmkg, 2 Agustus 2025.

BACA JUGA:Gempa Magnitudo 4.5 Guncang Kaur Bengkulu Pagi Ini, Cek Kedalaman dan Episentrumnya

BACA JUGA:Gempa Magnitudo 5.2 Guncang Pulau Puah Sulteng Pagi Ini, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa di Rusia Timur

Untuk menjelaskan terkait ancaman Megathrust Selat Sunda dan Mentawai, Daryono membandingkan dengan gempa dahsyat berkekuatan Magnitudo 8.7 terjadi di Kamchatka, Rusia Timur Rabu 30 Juli 2025 lalu.


Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. DARYONO, S.Si., M.Si-IG@daryonobmkg-

Menurut Daryono, gempa bumi Magnitudo 8.7 terjadi di Kamchatka, Rusia Timur, memicu tsunami di Samudera Pasific.

Gempa di Kamchatka tersebut, kata Daryono, terjadi setelah berselang 73 tahun kekosongan gempa besar atau seismic gap sejak 1952.

BACA JUGA:Gempa Magnitudo 4,7 Terjadi di Maluku Barat Daya Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami

BACA JUGA:Gempa Magnitudo 6.3 Guncang Aceh dari Laut, Ini Lokasi Episentrumnya

“Dimana terjadi gempa di tempat yang sama dengan kekuatan Magnitudo 9,0.

Gempa tersebut memicu tsunami setinggi 18 meter, dan menewaskan lebih dari 2.300 orang,” ungkap Daryono.

Zona Megathrust Mentawai dan Siberut

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: