Mengapa Ikan Betok Sering Cacingan? Bahaya Tersembunyi di Balik Gurihnya Daging Betok
Mengapa Ikan Betok Sering Cacingan? Bahaya Tersembunyi di Balik Gurihnya Daging Betok-ChatGPT AI-
PALPRES.COM - Ikan betok atau ikan puyu (Anabas testudineus) dikenal memiliki daya tahan luar biasa karena mampu bertahan hidup di darat tanpa air untuk waktu lama.
Namun, di balik ketangguhannya, ikan ini sering menjadi "rumah" bagi berbagai jenis cacing parasit.
Mengapa hal ini terjadi dan apakah berbahaya bagi manusia?
Fenomena "Inang" Alami: Mengapa Betok Menjadi Target?
BACA JUGA:9 Jenis Ikan Guppy Paling Diminati Penghobi, Warna Unik hingga Bernilai Jutaan Rupiah
BACA JUGA:Mengenal Batu Akik Bulu Moyet: Asal-Usul, Keunikan, hingga Mitos Tuah yang Melegenda
Ikan betok secara alami menghuni perairan yang sering kali marjinal—seperti rawa, selokan, dan sawah.
Lingkungan ini merupakan siklus hidup sempurna bagi parasit.
1. Rantai Makanan yang Terkontaminasi
Betok adalah omnivora yang rakus.
BACA JUGA:Rahasia Sukses Budidaya Lele di Rutan Baturaja: Bekali Warga Binaan Jadi Juragan Ikan
BACA JUGA:Jaga Konektivitas Warga Huntara, Telkomsel Pastikan Jaringan Internet Tetap Stabil
Mereka sering memakan siput air atau krustasea kecil yang merupakan inang perantara (intermediate host) dari larva cacing.
2. Adaptasi di Air Kotor
Kemampuan betok bertahan di air rendah oksigen justru membuatnya terpapar pada sedimen lumpur yang kaya akan telur parasit.
Daftar Parasit yang Sering "Bersembunyi" di Daging Betok
BACA JUGA:Kabar Gembira Kikim Selatan! DPRD Lahat Pastikan Aspirasi Warga Masuk Anggaran 2026
BACA JUGA:Aksi Cepat Telkomsel, Pastikan Kualitas Jaringan Tetap Andal Pascapemulihan Bencana
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
