Pemkab Muba Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Tahun 2026
Pemkab Muba juga siap mendukung langkah pengendalian inflasi melalui penguatan distribusi-Dinas Kominfo Muba-
SEKAYU, PALPRES.COM- Pemkab Muba mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) membahas langkah konkret pengendalian inflasi di daerah tahun 2026 serta evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah.
Rakor tersebut digelar secara virtual dan diikuti melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Randik Sekretariat Daerah Kabupaten Muba.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Mendagri Muhammad Tito Karnavian.
Dalam paparannya, Mendagri menyampaikan perkembangan inflasi nasional per Desember 2025 yang menunjukkan inflasi tahun ke tahun (year on year) berada di angka 2,92 persen, sementara inflasi bulan ke bulan (month to month) tercatat sebesar 0,64 persen.
BACA JUGA:Pemkab Muba Bahas Langkah Pengendalian Inflasi Jelang Puasa dan Lebaran
BACA JUGA:Jaga Inflasi, Dinas Ketapang PALI Luncurkan Gerakan Tanam Cabai Serentak
Menurut Tito, sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama inflasi tahunan.
Di antaranya emas perhiasan dengan andil 0,79 persen, cabai merah 0,18 persen, ikan segar 0,15 persen, cabai rawit 0,15 persen, serta beras 0,15 persen.
Sementara itu, untuk inflasi bulanan, komoditas yang berkontribusi terbesar antara lain cabai rawit sebesar 0,17 persen, daging ayam ras 0,09 persen, bawang merah 0,07 persen, emas perhiasan 0,07 persen, serta ikan segar 0,04 persen.
“Kita hampir berjalan ke angka tiga persen. Tiga persen memang belum terlalu membuat masyarakat kesulitan, tetapi kita harus hati-hati dan waspada karena tren inflasi saat ini menunjukkan kenaikan,” ujar Tito.
BACA JUGA:Harga Emas dan Pangan Naik, Inflasi Sumsel Tetap Terkendali di Oktober 2025
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin, Hendra Tris Tomy SSTP MEC DEV, melalui Kabid Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Darmadi, menyampaikan bahwa Pemkab Muba terus melakukan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah Muba.
Menurut Darmadi, Disdagperin Muba secara rutin melakukan pemantauan harga dan stok kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional maupun pusat distribusi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
