Banner Honda PCX

Dari Banyuwangi ke Pasar Nasional, Petani Buah Naga Naik Kelas lewat Program Klasterku Hidupku BRI

Dari Banyuwangi ke Pasar Nasional, Petani Buah Naga Naik Kelas lewat Program Klasterku Hidupku BRI

Kelompok Petani Buah Naga (Panaba) Banyuwangi yang kini mampu mengembangkan inovasi dan meningkatkan produksi berkat dukungan program Klasterku Hidupku BRI-Dok : Antara/Antara Foto-BRI

BANYUWANGI, PALPRES.COM – Sejak lama, Banyuwangi dikenal sebagai salah satu daerah dengan denyut kehidupan pertanian yang kuat.

Di tengah hamparan lahan yang subur, para petani terus beradaptasi, mencoba berbagai komoditas, dan mencari cara baru untuk meningkatkan hasil panen.

Dari proses tersebut, lahir sebuah Kelompok Petani Buah Naga (Panaba) Banyuwangi yang kini mampu mengembangkan inovasi dan meningkatkan produksi berkat dukungan program Klasterku Hidupku BRI.

Dipimpin oleh Edy, Kelompok Petani Buah Naga Panaba mulai mengembangkan buah naga sebagai komoditas pertanian di Banyuwangi.

BACA JUGA:Perkuat Investasi Daerah, BRI Jalin Kolaborasi dengan BP Batam, BKPM dan Kementerian UMKM

BACA JUGA:BRI Kick-Off Consumer Expo 2026: Nasabah Berpeluang Menangkan Hadiah Ratusan Juta!

Saat itu, Edy melihat potensi buah naga sebagai peluang usaha dan mengajak petani lain untuk membudidayakannya secara bersama-sama.

“Klaster buah naga ini kami bentuk pada tahun 2016.

Waktu itu, jumlah tanaman buah naga di Banyuwangi mulai banyak, namun mulai muncul berbagai masalah, seperti serangan penyakit dan pasar yang menjadi over saat produksi meningkat.

Makanya kami membentuk Klaster Petani Buah Naga (Panaba) untuk mengatasi masalah tersebut bersama teman-teman petani,” kata Edy.

BACA JUGA:Lebih dari 1 Dekade Hadir, BRILink Agen Ohim Sukses Berdayakan Warga dan Bangun Jejaring Usaha Mikro

BACA JUGA:BRI Salurkan KUR Rp178,08 Triliun Sepanjang 2025, Dorong Pertumbuhan Sektor Produksi Penggerak Ekonomi Rakyat


Kelompok Petani Buah Naga Panaba mengembangkan buah naga sebagai komoditas pertanian di Banyuwangi-Dok : Antara/Antara Foto-BRI

Setelah klaster terbentuk, para petani mulai memiliki ruang untuk berdiskusi dan saling menguatkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: program klasterku hidupku bri

Berita Terkait