Pemkab Muba Perkuat Sinergi untuk Data Sektoral yang Lebih Kuat dan Akurat
Pemkab Muba melalui forum Satu Data Indonesia (SDI) Kabupaten Muba melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Verifikasi Data Sektoral, Pembinaan Statistik Sektoral, serta Penyusunan Publikasi Kabupaten Muba Dalam Angka Tahun 2026.-Dinas Kominfo Muba-
SEKAYU, PALPRES.COM- Pemkab Muba melalui forum Satu Data Indonesia (SDI) Kabupaten Muba melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Verifikasi Data Sektoral, Pembinaan Statistik Sektoral, serta Penyusunan Publikasi Kabupaten Muba Dalam Angka Tahun 2026.
Kegiatan ini secara resmi dibuka l Kabid Penelitian dan Pengembangan Bappeda Muba, Irma Santi Dewi, Rabu 11 Febuari 2026 bertempat di Virtual Room Dinas Kominfo Muba.
FGD ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Muba, yang diwakili oleh Tri Setianta, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Muba sebagai Walidata Kabupaten.
Kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh Perangkat Daerah selaku Produsen Data, baik yang hadir secara langsung maupun daring.
BACA JUGA:Dinas Kominfo Muba Hadiri Anugerah Media Humas Diadakan Kementerian Komdigi
Irma Santi Dewi mengatakan, bahwa kegiatan FGD ini memiliki peran strategis dalam memastikan kualitas, keakuratan, dan keterpaduan data sektoral yang dihasilkan oleh perangkat daerah.
"Data yang tervalidasi dan terstandar menjadi dasar penting dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah berbasis data.
Sekaligus sebagai bahan utama penyusunan publikasi resmi Kabupaten Muba Dalam Angka Tahun 2026," ujarnya.
Sementara, Plt. Kepala Dinas Komunikasi & Informatika Daud Amri SH, juga menyampaikan bahwa Dinas Kominfo siap mendukung dan memfasilitasi penyelenggaraan Satu Data Indonesia di Kabupaten Muba.
BACA JUGA:Dinas Kominfo Muba Jalankan Sosialisasi Pembentukan dan Penguatan PPID di Desa Sialang Agung
BACA JUGA:Sinergi Pemkab Muba dan BNN: Perkuat Lingkungan Kerja Bersih Narkoba melalui Program P4GN
"Kami akan terus berkoordinasi dengan BPS dan Bappeda untuk memastikan data sektoral yang dihasilkan oleh perangkat daerah akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan," katanya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara produsen data, pembina data, dan walidata dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan statistik sektoral yang sesuai dengan prinsip Satu Data Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
