Lapas Sekayu Gelar Peringatan Nuzulul Quran Bersama Habib Abdurrahman Syahab
Kegiatan peringatan Nuzulul Quran ini berlangsung dengan penuh khidmat, dan diharapkan mampu memberikan motivasi spiritual. -Lapas Sekayu-
SEKAYU, PALPRES.COM- Lapas Sekayu menggelar peringatan Nuzulul Quran di Masjid Darut Taubah Lapas Sekayu.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh jajaran petugas, serta ratusan warga binaan dengan menghadirkan penceramah Habib Abdurrahman Syahab, Sabtu 7 Febuari 2026.
Acara diawali dengan penampilan grup Rabbana dari warga binaan yang membawakan lantunan shalawat dan lagu-lagu religi.
Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari para peserta, dan menambah suasana religius dalam peringatan turunnya Al-Qur’an tersebut.
BACA JUGA:Lapas Sekayu Ajak Warga Binaan Ikut Pesantren Kilat di Bulan Ramadan
BACA JUGA:Lapas Sekayu Jalankan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
Kalapas Sekayu, Aris Sakuriyadi dalam sambutannya menyampaikan, peringatan Nuzulul Quran menjadi momentum penting bagi seluruh warga binaan, untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
“Melalui peringatan Nuzulul Quran ini, kami berharap, seluruh warga binaan dapat mengambil hikmah dari turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup.
Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam memperbaiki diri, sehingga ketika kembali ke masyarakat nanti dapat menjadi pribadi yang lebih baik,” kata Aris.
Lebih lanjut, Kalapas Sekayu juga mengatakan, kegiatan keagamaan seperti ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian di Lapas Sekayu, yang bertujuan membentuk karakter warga binaan agar lebih religius dan berakhlak baik.
BACA JUGA:8 Pegawai Lapas Sekayu Terima Kenaikan Pangkat Melalui Program Penyetaraan Ijazah
BACA JUGA:Siap Menuju Zona WBBM, Jajaran Lapas Sekayu Tandatangani Pakta Integritas
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Habib Abdurrahman Syahab menyampaikan makna Nuzulul Quran, sebagai peristiwa agung turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi umat manusia.
Habib menjelaskan bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

