Namun demikian, hal penting yang mesti menjadi perhatian berbagai pihak, menurut Yosep Suterisno yang merupakan jebolan Teater Leksi Palembang ini, sebuah karya seni, apapun bentuknya harus dikelola serius, sehingga karya yang timbul ke permukaan bukan sebatas kepuasan moral (batiniah) seniman, tetapi juga bisa berbuah finansial (uang).
BACA JUGA:Begini Caranya Dapat Saldo Dana Gratis Khusus Pemegang Kartu KIS BPJS Kesehatan Tahun Depan
BACA JUGA: Asyik! Warga di Jambi Dapat Dana Bantuan UMKM Rp20juta Per Orang Tanpa Potongan, Cek Caranya Disini
Oleh sebab itu, menurut Yosep Suterisno, ada sisi penting yang harus dimaksimalkan dalam karya seni, sehingga produk seni bisa hidup dan menghidupi, baik secara kelembagaan maupun bagi seniman itu sendiri, secara ekonomi.
Setelah karya seni tercipta sambung Yosep Suterisno, kita akan bertanya, karya itu mau kita apakan?
Kalau sekadar puas, si pencipta dipastikan sudah puas, tapi puas secara batiniah.
“Sementara, puasnya batin harus beriring dengan perolehan material supaya seniman juga puas materi juga, sebagai efek dari proses kreatif seniman,” tegasnya.
BACA JUGA: Lakukan Ini, Saldo DANA Gratis hingga Rp800 ribu Langsung Masuk ke Kocekmu
BACA JUGA: 5 Pantai Hits di Lampung, Spot Menikmati Sunset yang Cocok untuk Liburan Akhir Tahunmu
Terkait dengan hal itu, Yosep Suterisno menegaskan, Forum Teater Sekolah Sumsel membuka diri seluas-luasnya untuk mendampingi secara marketing terhadap karya-karya seniman di Sumsel, dari berbagai cabang.
“Insyaa Allah melalui Forum Teater Sekolah Sumsel, saya dan kawan-kawan siap akan mendampingi secara manajerial marketing, sehingga karya seni di Sumsel yang sudah diproduksi akan membuahkan hasil yang luar biasa, bisa tampil di even nasional bahkan internasional, sehingga akan memberi kepuasan, baik moral dan juga kepuasan finansial bagi para seniman,” pungkas Yosep Suterisno. (*)