5 Kasus Blackout Terparah Sepanjang Sejarah di Indonesia

Selasa 04-06-2024,14:19 WIB
Reporter : Citra Utama
Editor : Citra Utama

Akan tetapi, adanya kelebihan beban membuat kedua PLTGU itu berfungsi dengan isolasi. 

Hal ini mengakibatkan GITET 500 kV di Suralaya, Clegon, Gandul, Cibinong, Cawang, Bekasi, dan Kembangan padam. 

Adapun total beban yang padam sekitar 2.500 MW hingga dialami 3 juta pelanggan. 

Padamnya listrik di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya membuat sejumlah pelayanan publik terganggu. 

Tercatat, perjalanan kereta rel listrik (KRL) dari Tangerang, Bogor, dan Bekasi terhambat. 

Akibatnya, puluhan ribu penumpang terlambat masuk kerja.

 

3. 18 Agustus 2005

Pemadaman listrik serentak di Pulau Jawa-Bali pernah terjadi pada 18 Agustus 2005. 

Mati listrik massal ini mempengaruhi sekitar 120 juta orang, hampir setengah dari populasi di Indonesia.

Mati listrik ini terjadi akibat kerusakan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 KV Jawa-Bali. 

Dilansir dari p2k.stekom.ac.id, awal terjadi peristiwa ini pada pukul 08:59 WIB, di mana operasi PLTU Suralaya unit 6 dan 7 terhenti. 

Ini mengakibatkan sistem kekurangan pasokan sebesar 1.200 megawatt. 

Untuk mengembalikan sistem ke kondisi normal, PLN langsung menggunakan PLTA Saguling, PLTA Cirata, dan PLTGU Muara Tawar yang biasanya baru beroperasi saat beban puncak. 

Akibat pengoperasian ketiga pembangkit tersebut, aliran daya pada SUTET 500 KV Saguling-Cibinong menjadi semakin besar, mendekati batas aman 2.000 Ampere. 

Kemudian pada pukul 10.23, tiba-tiba SUTET Saguling-Cibinong terganggu sehingga sistem Jawa-Bali terpisah dua bagian.

Kategori :