BACA JUGA:Dituding Terlibat Serangan Drone ke Rumah Netanyahu, Iran Tegaskan Hal Ini
BACA JUGA:Rumahnya Dihantam Drone Kamikaze, PM Israel Netanyahu dan Istri Lolos dari Maut
Perintah penangkapan dikeluarkan lebih dari setahun lalu
Diketahui, surat perintah penangkapan Netanyahu dikeluarkan lebih dari setahun, setelah ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan Vladimir Putin atas invasi Rusia ke Ukraina.
Negara-negara juga terpecah dalam menegakkan perintah tersebut.
Hal itu terlihat, saat Putin melakukan perjalanan ke Mongolia, salah satu negara penandatangan pembentukan ICC.
BACA JUGA:Iran Tembakkan Ratusan Rudal Hipersonik ke Israel, Netanyahu Beri Tanggapan Keras Ini
BACA JUGA:Balas Kematian Nasrallah? Houthi Tembakkan Rudal dengan Target Netanyahu
Namun, Putin bisa dengan bebas keluar masuk negara terabit.
Terhadap hal itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mendesak semua pihak di ICC untuk “memenuhi kewajiban mereka”.
Namun, hal itu khusus kepada Putin.
Dalam kasus Israel, pemerintahan Biden telah mengkritik keputusan tersebut.
BACA JUGA:Houthi Tembakkan Rudal Hipersonik ke Israel Tengah, Ini Komentar Pedas Netanyahu
BACA JUGA:Beberapa Fakta Kerusuhan Melanda Israel, Inikah Awal Kejatuhan Kekuasaan Netanyahu?
Presiden terpilih Donald Trump kemungkinan akan mengambil tindakan lebih jauh.
Pada masa jabatan pertamanya, ia memberikan sanksi kepada ICC karena mempertimbangkan kasus-kasus terhadap personel Amerika.
Biden mencabut sanksi tersebut, namun penasihat keamanan nasional Trump, Mike Waltz, memberi isyarat kepada X bahwa sanksi tersebut mungkin akan diterapkan lagi.