JAKARTA, PALPRES.COM - Mega-Tsunami setinggi 524 Meter pernah terjadi di Alaska, Amerika Serikat.
Peristiwa itu terjadi pada 1958, di Teluk Lituya Alaska.
Gelombang tsunami tertinggi di dunia itu, diakibatkan longsoran besar di Teluk Lituya Alaska pasca gempa bumi yang dipicu Sesar Fairweather.
Demikian ditegaskan Dr Daryono S.Si, MSi, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Kamis 16 Januari 2025.
BACA JUGA:20 Tahun Lalu, Gempa 9.1 Magnitudo Guncang Aceh, Picu Tsunami Dahyat di Samudera Hindia
BACA JUGA:Update BMKG, Gempa 4.7 Magnitudo Guncang Melonguane Sulut, Tak Berpotensi Tsunami
Dalam unggahannya di laman Instagram @DaryonoBMKG, Daryono menjelaskan bahwa saat longsor terjadi di Teluk Lituya Alaska pasca gempa bumi, sekitar 30 juta meter kubik batuan jatuh ke dalam teluk.
“Peristiwa itu menciptakan mega-tsunami yang mencapai ketinggian 524 meter.
Rekor ketinggian tsunami
Rekor ketinggian tsunami yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Daryono.
BACA JUGA:Update BMKG, Gempa 4.7 Magnitudo Guncang Kepulauan Sangihe Sulut, Tak Berpotensi Tsunami
BACA JUGA:BMKG Belum Bisa Beri Peringatan Dini saat Tsunami Aceh 2004? Ternyata Ini Faktor Penyebabnya
Menurut Daryono, guncangan gempa yang kuat dan kondisi tanah yang tidak stabil di sekitar Tekuk Lituya menyebabkan terjadinya longsoran batu besar.
Peristiwa Mega-Tsunami 524 Meter di Teluk Lituya Alaska, lanjut Daryono, dapat dipetik sebagai pelajaran berharga terkait menghadapi tsunami.
“Apa yang perlu dilakukan, jika anda berada di dekat pantai dan merasakan gempa yang kuat, segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi.
Karena, sedetikpun berharga,” ujar Daryono.