Program Makan Bergizi Gratis Kuras Anggaran Rp71 Triliun, Pakar UGM Bilang Begini

Minggu 19-01-2025,17:24 WIB
Reporter : Mujianto
Editor : Mujianto

Artinya, makanan yang disediakan ini harus sesuai dengan selera anak-anak agar tidak berakhir terbuang dengan sia-sia, sehingga pelaksanaan inisiatif besar ini tidak bisa asal-asalan.

BACA JUGA:Opsen Pajak Ditunda, Pacu Penjualan Mobil di Auto2000 Veteran, Mulai Banyak Pemesanan!

BACA JUGA:TEGAS! MenPAN RB Batalkan Pengangkatan Honorer Jadi PPPK Paruh Waktu Jika Masuk Kategori Ini

Beliau juga menyarankan kepada pemerintah, agar pihaknya lebih memprioritaskan kualitas makanan yang diberikan, daripada hanya sekedar mengejar kuantitas jumlah yang harus digesa untuk disediakan.

Seperti diketahui, program MBG ini terbukti memberikan kontribusi positif, lantaran menciptakan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,06 persen, dimana didorong oleh lonjakan konsumsi rumah tangga hingga 0,41 persen.

Selain itu, tingkat pendapatan juga merangkak naik sebesar 0,39 persen, sementara penyerapan tenaga kerja tercatat meningkat sebesar 0,19 persen.

Tak hanya menyoroti kualitas makanan, Wahyudi Kumorotomo, pakar Manajemen Kebijakan Publik UGM juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana super fantastis itu, yang notabenenya harus sampai ke tangan 19,4 juta anak Indonesia.

BACA JUGA:Wakil Pimpinan OPM Sorong Raya Menyerah, Terlibat Penyerangan Brutal ke Posramil, Ini Tampangnya

BACA JUGA:SIAP-SIAP! Calon Kabupaten Baru di Lampung Selatan Bakal Boyong 5 Wilayah Ini

Menurutnya, program ini harus diawasi dengan kontrok ketat lantaran ada potensi besar yang mengintai seperti diselewengkan, dikorupsi atau bisa jadi dialihkan untuk kepentingan lain.

Kategori :