Tugas mereka meliputi perencanaan produksi, pengelolaan tenaga kerja, hingga penerapan teknologi untuk meningkatkan hasil panen.
5. Pengembang Sistem Irigasi dan Drainase
Bidang irigasi dan drainase menjadi salah satu sektor penting yang membutuhkan keahlian lulusan rekayasa pertanian.
Mereka bertanggung jawab untuk merancang sistem yang efisien dalam pengelolaan air bagi lahan pertanian, yang sangat krusial di daerah dengan sumber daya air terbatas.
BACA JUGA:Forum Honorer R 3 Lubuk Linggau Tolak Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu
BACA JUGA:Pertamina Kilang Plaju Tingkatkan Produksi B40, Komitmen Dual Growth Strategy
6. Enterprenuer Bidang Pertanian
Bagi lulusan yang mempunyai jiwa wirausaha, mereka bisa membuka usaha sendiri di sektor pertanian.
Misalnya, mendirikan usaha agribisnis berbasis teknologi, seperti smart farming atau mengembangkan produk olahan hasil pertanian yang inovatif.
7. Pegawai Negeri Sipil (PNS)
BACA JUGA:KEREN! Polres Muba Raih Peringkat 1 Kategori Penyelenggara Pelayanan Publik dari Ombudsman RI
Pemerintah membutuhkan lulusan rekayasa pertanian untuk bekerja di berbagai instansi, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup atau lembaga lain yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya alam dan pangan.
8. Pengajar atau Dosen
Lulusan yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mereka bisa berkarir sebagai pengajar atau dosen di universitas.
Peran ini memungkinkan mereka untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada generasi muda, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
BACA JUGA:Hari Ini 158 Tahun Lalu, Gempa Besar Guncang Pulau Jawa, 1.000 Nyawa Melayang