BACA JUGA:Tim Putri Pertamina Enduro Raih Gelar Juara Proliga 2025
BACA JUGA:PLN Mobile Proliga 2025: Petrokimia Rebut Tempat Ketiga Usai Tumbangkan Electric PLN
Anak asuh Conte adalah penguasa atas takdir mereka dan tidak akan menyalahkan siapa pun kecuali diri mereka sendiri jika mereka gagal meraih Scudetto kedua dalam tiga tahun.
Kekokohan lini pertahanan telah menjadi landasan kesuksesan Conte yang luar biasa di Naples.
Napoli memiliki rekor terbaik di divisi dengan hanya kemasukan 25 gol.
Selain itu, mereka telah memenangkan empat pertandingan liga terakhir mereka tanpa kebobolan dan dapat meraih lima kemenangan beruntun untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
BACA JUGA:Rencana AC Milan Merombak Lini Pertahanan Musim Depan
BACA JUGA:Striker Barcelona Raphinha Sebut Lima Kandidat Utama Ballon d'Or Ini Akan Jadi Pesaingnya
17 clean sheet yang luar biasa musim ini memberikan Napoli alasan lain untuk bersemangat, seperti halnya jadwal yang terlihat menguntungkan di musim ini.
Partenopei akan menghadapi tiga tim di papan bawah di akhir musim, dimulai dengan pertandingan kandang melawan Genoa.
Napoli tampil dominan dalam laga-laga seperti itu musim ini, memenangkan 14 dari 17 pertandingan melawan tim-tim dari papan bawah (D2, L1).
Selain itu, 11 kemenangan di antaranya diraih tanpa kebobolan, menyoroti penampilan brilian mereka saat menghadapi tim-tim yang berada di papan bawah.
BACA JUGA:Preview Liga Serie A: Lazio vs Juventus - Prediksi, Kabar Tim dan Susunan Pemain
BACA JUGA:Prediksi Liga Primer Inggris - Big Match Seru Sang Juara vs Runner Up Pekan ke-36
Genoa
Rekor tangguh Napoli melawan tim-tim yang 'lebih rendah' memberikan gambaran suram bagi tim tamu, yang rekornya melawan tim-tim kuat Serie A sama sekali tidak patut ditiru.
Kekalahan atas Milan yang disebutkan di atas menandai pertandingan tanpa kemenangan ke-17 Genoa secara beruntun atas tim yang memulai musim ini di papan atas klasemen (D5, L12).