- pengembangan sektor pariwisata melalui Sumsel Wonderful 2030;
- tata kelola pemerintahan berintegritas;
- pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak;
- serta revitalisasi pasar tradisional sebagai penggerak ekonomi rakyat.
BACA JUGA:Harapan Baru Sepak Bola Sumsel, Herman Deru Dukung Penuh Sumsel United Dalam Peresmiannya
BACA JUGA:Lewat Labirin Sriwijaya Herman Deru Optimis Dapat Lahirkan Pemimpin Masa Depan
“Ini bukan sekadar janji kampanye. Ini adalah bentuk konkret komitmen kami dalam menjawab kebutuhan masyarakat di pelosok desa hingga pusat kota,” tegas Herman Deru.
Dalam kesempatan itu, Herman Deru juga menyampaikan tujuh tantangan besar pembangunan yang menjadi perhatian serius.
Di antaranya, persoalan kemiskinan, ketimpangan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, transformasi ekonomi, dan reformasi birokrasi.
Terkait pengentasan kemiskinan, Herman Deru menginstruksikan agar dilakukan inventarisasi rumah tidak layak huni agar segera bisa diintervensi menjadi layak huni.
BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Resmikan Program Local Community Leaders Pertamina Zona 4 Kota Prabumulih
BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Paparkan Strategi Optimalisasi Keuangan Daerah di Rapat Paripurna DPRD Sumsel
“Saya tidak ingin ada rakyat Sumsel yang masih tinggal di rumah yang tidak layak. Ini soal keadilan sosial,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan delapan arahan utama kepada seluruh pemangku kebijakan dalam penyusunan RPJMD.
Arahan tersebut meliputi pentingnya RPJMD sebagai pedoman lintas sektor, keberlanjutan program pro rakyat, pemerataan pembangunan, dan perlunya solusi konkret dari seluruh stakeholder.
“Sumsel tidak bisa dibangun sendiri oleh pemerintah. Ini adalah kerja kolektif. Semua pihak, dari ASN, kepala daerah, hingga masyarakat sipil, harus terlibat,” pungkasnya.