Termahal di Dunia! Proyek Jembatan di Lampung Ini Berakhir Mangkrak

Kamis 26-06-2025,06:08 WIB
Reporter : Mujianto
Editor : Mujianto

Hasil pengkajian menyatakan bahwa penghubung dengan melalui sebuah jembatan ternyata lebih layak bila dibandingkan dengan penghubung dengan melalui sebuah terowongan di bawah dasar laut.

BACA JUGA:GERCEP! Honorer Lulus PPPK Tahap 2 Harus Lakukan Hal Ini

BACA JUGA:Update BMKG, Pagi Ini Gempa Magnitudo 4.6 Guncang Melonguane Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Sedangkan, untuk Jembatan Selat Bali yang menghubungkan antara Pulau Jawa dengan Pulau Bali belum terlaksana karena pemerintahan daerah Provinsi Bali belum bersedia.

Prastudi kelayakan Jembatan Selat Sunda ini telah diserahkan pada Gubernur Banten, Lampung dan pemerintah pusat dalam suatu acara khusus bertempat di Hotel Borobudur Jakarta, pada tanggal 13 Agustus 2009.

Selanjutnya, pra-studi ini akan melibatkan 10 provinsi yang berada pada Pulau Sumatra.

Dengan dilakukan revisi Peraturan Presiden No. 67 Tahun 2005, maka dibentuk kembali kelompok studi kelayakan (feasibility study) yang terdiri dari soal teknis, tata ruang, dan keekonomian, serta sosial.

BACA JUGA:Berdayakan Masyarakat Pesisir Sembilang, Kilang Pertamina Plaju Sabet Prestasi

BACA JUGA:Salzburg 0-3 Real Madrid: Vinicius Junior Amankan Posisi Puncak Frup H

Namun, realisasi proyek Jembatan Selat Sunda masih perlu waktu kaji satu hingga satu setengah tahun lagi.

Rute Jembatan Selat Sunda

- Seksi I jalan sepanjang 4.9 kilometer dari Jawa ke Pulau Ular

- Seksi II jembatan gantung sepanjang 6.5 kilometer dari Pulau Ular ke Pulau Sangiang

BACA JUGA:75 Truk ODOL Terjaring di 5 Ruas Tol, Langsung Dikenai Tindakan Tegas, Ini Buktinya

BACA JUGA:Sertijab Wakapolres dan Kapolsek, Kapolres OKI Tekankan Hal Penting Ini

- Seksi III jalan sepanjang 6.5 kilometer yang melintasi Pulau Sangiang

Kategori :